Bacatrend, Surabaya — Sore itu, ruang kedatangan Asrama Haji Sukolilo terasa berbeda. Tangis dan tawa menyatu dalam dekapan hangat keluarga. Setelah hari-hari menanti dalam cemas, jemaah haji Kloter 43 dan 44 asal Banyuwangi dan Pamekasan akhirnya memijakkan kaki kembali di tanah air.

Dari kabar yang sempat terkatung-katung akibat situasi genting di Timur Tengah—konflik panas antara Iran dan Israel yang mengepung ketenangan Tanah Haram—dua kloter ini sempat tertahan pulang. Penantian yang menggantung seperti benang tipis di ujung harapan.

Namun sore ini, doa-doa yang mengudara sejak fajar menyambut jawaban: mereka pulang. Kloter 44 dijadwalkan mendarat Rabu (25/6) sore, disusul Kloter 43 yang akan tiba Kamis (26/6) malam.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Sugiyo.









“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kabar resmi: Kloter 43 dan 44 diberangkatkan,” ucap Sugiyo dengan nada lega yang menular.

Kepulangan yang sempat tertunda ini sempat menjadi kabut kekhawatiran di hati para keluarga. Tiap hari, mereka mengecek kabar terbaru—menanti satu pesan yang bisa menghapus rasa gelisah. Namun, Sugiyo memastikan, gangguan ini tak mempengaruhi rombongan lainnya. “Hari ini, Kloter 45 dan 46 juga tiba di Sukolilo dengan selamat,” tambahnya.

Bagi keluarga yang menunggu, kedatangan ini bukan sekadar pemulangan jemaah. Ia adalah wujud nyata dari harapan yang bertahan di tengah gejolak dunia. Dan bagi jemaah, tanah air kini terasa lebih suci setelah segala ujian di tanah suci.