Pancake, Tawa, dan Imajinasi, Kreativitas Cilik di Tengah Libur Sekolah
Bacatrend, Surabaya – Surabaya bagian timur mendadak disulap menjadi “dapur raksasa penuh keajaiban” pada Sabtu pagi (28/6/2025). Puluhan anak-anak dengan wajah berseri dan semangat meluap-luap berduyun-duyun mengikuti lomba menghias pancake di salah satu swalayan ternama. Libur sekolah kali ini bukan sekadar jeda dari pelajaran, tapi panggung kebebasan berekspresi bagi tangan-tangan mungil penuh imajinasi.
Lomba ini diikuti oleh bocah-bocah usia 3 hingga 6 tahun, yang tampak mencuri perhatian dengan celemek mungil dan topi koki yang membuat mereka bak chef kelas dunia versi mini. Mereka tak hanya berlomba, tapi seolah sedang menjalani misi besar: menciptakan mahakarya dari adonan bulat dan topping warna-warni.
Pancake polos diubah menjadi kanvas kreatif penuh warna, dihias meses pelangi, taburan cokelat manis, dan potongan buah segar yang disusun menyerupai tokoh favorit dan hewan menggemaskan. Mulai dari kelinci bermata stroberi, dinosaurus bertanduk kiwi, hingga superhero dengan jubah dari selai cokelat—semuanya hadir dalam wujud pancake yang tampak terlalu cantik untuk dimakan.
Salah satu peserta yang paling mencuri perhatian adalah Sofia Azkadina Permana. Dengan pipi merona dan tangan yang cekatan, Sofia menyulap pancake miliknya menjadi sosok kelinci ceria. “Aku bikin pancake kelinci sendiri, tanpa bantuan Mama Papa!” serunya penuh percaya diri. Mata Sofia berbinar, seolah dunia sedang menyemangatinya jadi juara.
Namun, lomba ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ia adalah ajang pembuktian bahwa kreativitas anak-anak tidak mengenal batas. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, dan tentu saja—menikmati proses dengan tawa yang mewarnai ruangan.
Di balik tumpukan topping dan tawa riuh, tersimpan satu pesan kuat: masa kecil adalah masa emas untuk tumbuh, bermain, dan mencipta. Dan lomba pancake ini, dengan segala kemeriahan dan semangatnya, telah menjadi bagian kecil namun bermakna dari perjalanan tumbuh itu.











Tinggalkan Balasan