Bacatrend, Jakarta – Dulu, namanya identik dengan masa kecil generasi 90-an. Chikita Meidy, penyanyi cilik yang melejit lewat lagu-lagu ceria seperti Kuku Ku dan Gigi-Gigi, kini kembali jadi sorotan—bukan karena karya, melainkan karena perkara hukum yang mengguncang citra masa lalunya. Di balik senyum manis dan kenangan nostalgia, tersimpan kisah rumah tangga yang retak, penuh tudingan kekerasan, dan kini menyeretnya ke hadapan hukum.

Suaminya, Indra Adhitya Rachim, melaporkan Chikita ke Polres Kota Tangerang atas dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Tak hanya itu, ibunda Chikita juga ikut terseret dalam laporan tersebut2. Indra mengaku mengalami kekerasan fisik dan psikis selama empat tahun pernikahan mereka. Salah satu insiden yang paling disorot adalah saat ia mengaku dilempar botol skincare hingga mengenai kepalanya. “Nggak ada bekas, cuma pusing,” ujarnya, menggambarkan luka yang tak selalu tampak di permukaan.

Menurut kuasa hukumnya, Raidin Anom, ini bukan kejadian tunggal. Konflik disebut terjadi berulang kali, bahkan lebih dari lima kali selama pernikahan. “Ini bukan hanya soal psikis, tapi juga kekerasan fisik,” tegasnya. Sebelum laporan resmi dibuat, pihak Indra sempat mengirimkan somasi sebagai upaya mediasi. Namun, karena tak mendapat respons dari Chikita, jalur hukum pun ditempuh5.

Yang membuat publik terhenyak adalah kontras antara citra Chikita sebagai ikon anak-anak dengan tudingan kekerasan yang kini menjeratnya. Ia yang dulu menyanyikan lagu-lagu polos dan menghibur, kini harus menghadapi kenyataan pahit sebagai terlapor dalam kasus yang sarat luka batin.









Sementara itu, Indra belum mengajukan gugatan cerai. Ia mengaku masih membuka ruang mediasi, meski komunikasi dengan Chikita kini telah terputus. Di tengah sorotan media dan simpang siur opini publik, satu hal menjadi jelas: rumah tangga bukan panggung hiburan. Dan di balik layar, bahkan tokoh masa kecil pun bisa menyimpan cerita yang jauh dari dongeng.