Bacatrend, Surabaya – Surabaya memang tak pernah kehabisan kejutan kuliner. Tapi kalau kamu belum pernah mencicipi Rawon Setan, siap-siap lidahmu diliputi kegelapan—secara harfiah dan rasa.

Bukan cuma soal daging empuk dan kuah hitam legam yang menyerupai sumur neraka, tapi pengalaman makan rawon di sini seperti ritual mistis yang bikin ketagihan. Sekali coba, tamat sudah dietmu!

Kegelapan yang Menggoda
Namanya saja sudah bikin merinding: Rawon Setan. Bukan karena tempatnya horor atau pelayannya pakai jubah hitam, tapi karena warung legendaris ini dulu buka tengah malam.

Betul, tengah malam! Jam-jam di mana jin berkeliaran, dan perutmu mulai berontak minta diisi. Sekarang sih buka dari pagi, tapi auranya tetap mencekam. Apalagi begitu semangkuk rawon panas mendarat di depanmu.









Lihat kuahnya—hitam pekat, sepekat masa lalu mantan yang belum move on. Tapi jangan tertipu! Di balik penampilannya yang gelap, tersembunyi rasa yang membahana.

Bumbu kluwek yang mendominasi, dipadu rempah rahasia dari dapur setan, bikin kuah ini bukan main aromanya. Diseruput hangat-hangat, rasanya seperti digampar kenikmatan.

Daging Empuk, Surga Dunia
Belum selesai dengan kuahnya, daging rawon di sini adalah main character yang tak bisa di-skip. Besar-besar, empuknya sampai bikin kamu ingin menangis haru.

Begitu dikunyah, daging itu seolah menyatu dengan jiwa—lembut tapi berdaging, kaya rasa tapi tetap membumi.

Tambahkan sambal rawit super pedas dan tauge pendek renyah, lalu kucurkan jeruk nipis… kamu akan paham mengapa tempat ini disebut-sebut sebagai tempat para rawon worshipper berziarah.

Warungnya Sederhana, Antreannya Menggila
Kalau kamu datang jam makan siang, siap-siap antre seperti masuk konser Coldplay. Bangkunya sederhana, kipas angin menggantung, kadang nempel di dinding, kadang nempel di kenangan.

Tapi orang-orang rela berdiri, berdesakan, hanya demi semangkuk kenikmatan dari dunia lain.

Pelayan datang cepat seperti setan mencium bau manusia. Sekali pesan, beberapa menit kemudian kamu sudah disuguhkan semangkuk hitam panas menggelegak. Dan… bumm! Petualangan kulinermu dimulai.

Sekali Coba, Hidupmu Tak Akan Sama
Rawon Setan bukan cuma soal makan, tapi tentang merasakan ledakan rasa yang menggetarkan iman.

Makan di sini bukan sekadar kenyang, tapi pengalaman spiritual—kayak disuruh merenungi dosa sambil menikmati daging empuk dan kuah gelap yang menggoda.

Jadi, buat kamu yang belum pernah coba, pergilah. Tapi ingat, begitu kamu masuk ke dunia Rawon Setan, tak ada jalan pulang. Hanya lidah yang terus meminta… lagi, dan lagi.