Bacatrend, Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap adanya fakta baru dalam kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Fakta tersebut diperoleh setelah Kompolnas bertemu dengan keluarga korban di Yogyakarta.

Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, menyatakan bahwa informasi yang diterima bersifat baru dan belum pernah muncul dalam diskusi publik.

“Yang tak kalah penting, kami juga diberi informasi yang sifatnya baru dan belum ada di perdebatan umum dan harus kami telusuri, perdalam nantinya dengan cek TKP, termasuk dengan Polda Metro Jaya,” ujar Anam.









Ia menambahkan bahwa informasi tersebut berkaitan dengan aktivitas korban pada hari kejadian maupun hari-hari sebelumnya. “Background dari berbagai aktivitas almarhum pas hari H kita tarik ke belakang, ke waktu-waktu yang penting dan kita temukan sesuatu yang baru di situ, ini semakin lama semakin jelas,” katanya.

Kompolnas juga mendalami barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian, termasuk gulungan lakban, kantong plastik, dompet, bantal, pakaian, serta obat-obatan ringan.

“Kami mendalami barang-barang yang terkait peristiwa tersebut, bagaimana barang itu, bagaimana relasi barang itu atas peristiwa itu kami dalami,” ucap Anam.

Selain itu, latar belakang pribadi ADP turut ditelusuri untuk memahami interaksi sosial dan profesionalnya.

“Bagaimana aktivitas sehari-hari, pekerjaannya, dan secara interaksi almarhum ini secara pribadi dengan pribadi di lingkungan yang ada,” ujar Anam.

Kompolnas menegaskan bahwa pendalaman ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan ulang tempat kejadian perkara dan koordinasi bersama Polda Metro Jaya untuk memastikan proses penyelidikan berjalan profesional dan kredibel.