Bacatrend, Malang – Di tengah hamparan sawah Desa Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, tersembunyi sebuah mata air yang menyajikan bukan hanya air jernih, tapi juga ketenangan yang meresap hingga ke relung batin: Sumber Sirah. Bukan destinasi mewah atau viral, tapi tempat ini hadir sebagai ruang kontemplatif bagi siapa pun yang ingin kembali menyatu dengan alam.

Airnya setenang jiwa yang tak terusik. Di balik kolam sedalam 80 cm hingga 1,5 meter, hidup komunitas tumbuhan air yang bergoyang lembut dan ikan-ikan kecil yang berenang dengan damai. Tumbuhan hijau di dasar kolam bukan hanya mempercantik pandangan, tapi memberi sensasi berenang seperti di dalam akuarium raksasa.

Wisatawan datang dengan tujuan yang beragam. Ada yang menyewa alat snorkeling lokal, memotret suasana bawah air dengan ponsel berlapis casing waterproof, atau sekadar duduk di pinggir kolam sambil menyeruput kopi dari kantin sederhana. Bagi anak-anak, tempat ini menjadi kolam bermain alami yang aman dan menyenangkan.

“Saya suka datang pagi-pagi, udara masih segar dan suasananya belum ramai. Rasanya seperti punya mata air pribadi,” ujar Dina, pengunjung asal Batu, yang rutin datang untuk melepas penat.









Dengan harga tiket hanya Rp3.000 sampai Rp5.000, dan tambahan Rp5.000 untuk ban pelampung, Sumber Sirah membuktikan bahwa keindahan tak harus mahal. Fasilitas yang tersedia memang sederhana—toilet, mushala, kantin lokal—namun cukup untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Beberapa warung di sekitarnya bahkan menawarkan bakso Malang dan wingko hangat untuk menutup hari dengan cita rasa khas Jawa Timur.

Letaknya yang hanya 30–45 menit dari pusat Kota Malang membuatnya mudah diakses, meski beberapa bagian jalan masih berupa jalur pedesaan yang sempit. Namun justru di situlah daya tariknya: perjalanan ke Sumber Sirah terasa seperti ritual pulang ke asal, menjauh dari kebisingan dan mendekat pada kejernihan.

Sumber Sirah bukan sekadar wisata air, melainkan tempat untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan membiarkan diri larut dalam keheningan yang dibisikkan oleh alam. Di sini, tubuh mungkin lelah bermain air, tapi hati justru jadi ringan.