Bacatrend, Banyuwangi – Setelah berlangsung selama dua puluh hari, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terkait insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di wilayah Selat Bali secara resmi dinyatakan selesai.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., yang bertindak sebagai Koordinator Misi SAR (SMC), menyampaikan melalui konferensi Zoom bahwa keputusan penutupan operasi SAR ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara BASARNAS, berbagai instansi terkait, serta organisasi potensi SAR lainnya, setelah mempertimbangkan berbagai aspek.

Nanang menambahkan bahwa selama enam hari terakhir masa perpanjangan operasi, tidak ditemukan indikasi keberadaan korban baru. Selain faktor teknis di lapangan, keputusan tersebut juga mengacu pada regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2024 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017.

Penutupan operasi ini ditandai secara resmi dengan penandatanganan Berita Acara oleh BASARNAS beserta para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR, seperti ASDP Ketapang, BMKG, KSOP, dan pihak operator kapal.









Selama pelaksanaan, tim gabungan SAR telah bekerja maksimal melakukan pencarian melalui jalur darat, udara, permukaan laut, hingga penyisiran bawah laut.

Melalui pencarian bawah laut, tim berhasil mengidentifikasi posisi kapal yang telah bergeser cukup jauh dari titik awal kejadian. Namun, kondisi cuaca ekstrem di Selat Bali menjadi hambatan utama sehingga penyelaman tidak dapat dilanjutkan.

Nanang menegaskan bahwa meskipun operasi SAR telah dinyatakan selesai, apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban, maka operasi bisa dibuka kembali.

Hingga saat penutupan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 49 orang, dengan rincian 30 korban ditemukan selamat dan 19 lainnya dalam kondisi meninggal dunia. Dari jumlah korban meninggal, empat di antaranya belum dapat diidentifikasi.

Sebelumnya, koordinator Pos SAR Banyuwangi Wahyu Setia Budi mengatakan data jumlah penumpang atau manifes KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut sebanyak 53 orang penumpang 12 orang kru kapal dan 22 unit kendaraan. Artinya ada 16 orang yang sebelum ditemukan.

Insiden tenggelamnya kapal ini terjadi pada Rabu malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.30 WITA, akibat cuaca buruk yang ditandai gelombang tinggi dan angin kencang. Wahyu mengatakan insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang membawa puluhan penumpang terjadi saat berada dalam lintasan Ketapang-Gilimanuk.