Pemkot Surabaya Latih Operator Layanan Informasi Publik Tingkatkan Kualitas Respon Warga
Bacatrend, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar pelatihan teknis bagi para operator layanan pengaduan publik “Wargaku”, yang berlangsung di Graha Sawunggaling.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unit pelayanan, mulai kelurahan, kecamatan, hingga dinas-dinas di lingkungan Pemkot Surabaya.
Dalam pelatihan ini, Diskominfo menggandeng sejumlah pakar, salah satunya Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur, Triyoga Muhtar Habibi, serta Direktur ITS Global Management Surabaya sekaligus dosen Fakultas Teknik Industri ITS, Prof. Dr. Maria Anityasari.
Triyoga menjelaskan pentingnya pelayanan informasi publik yang optimal sebagai bagian dari hak warga negara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Melapor merupakan hak warga atas layanan publik. Ada standar pelayanan yang harus dipenuhi, seperti memberikan respon, menindaklanjuti laporan, dan menyampaikan hasilnya kepada unit terkait,” ujar Triyoga.
Ia menegaskan bahwa penyedia layanan harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam mengakses informasi. Kecepatan merespon, kejelasan solusi, dan kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Kami tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi turut berperan dalam menyukseskan pelayanan pemerintah kota,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Maria Anityasari menyoroti pentingnya konsentrasi penuh saat menangani pengaduan. Ia menyarankan agar operator tidak menggunakan gawai pribadi saat bertugas agar tetap fokus.
“Tugas utama operator adalah merespon dan menjelaskan informasi. Penggunaan gadget yang berlebihan bisa menurunkan daya ingat dan memengaruhi performa kerja,” jelasnya.
Maria juga menyarankan agar Pemkot Surabaya mulai mempertimbangkan pemberian penghargaan kepada operator yang menunjukkan kinerja terbaik berdasarkan kepuasan warga. “Nama operator bisa disamarkan menggunakan inisial. Dari data kepuasan, bisa terlihat siapa yang paling disukai warga. Sistem semacam ini akan mendorong peningkatan layanan publik,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Surabaya berupaya memperkuat sistem pengelolaan informasi publik, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi antara pemerintah dan masyarakat.











Tinggalkan Balasan