Bacatrend, Banyuwangi – Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mengevaluasi kesiapan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta infrastruktur Pelabuhan Ketapang. Kunjungan ini dilakukan menyusul insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada awal Juli 2025.

Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan Pos SAR Banyuwangi yang berada di area dermaga LCM. Dalam kegiatan itu, rombongan DPR melihat langsung peralatan dan gudang logistik yang digunakan selama operasi pencarian dan pertolongan korban KMP Tunu Pratama Jaya.

Ketua Tim Kunjungan Kerja, Ridwan Bae, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Basarnas di wilayah perairan padat aktivitas seperti Selat Bali. “Dengan arus penyeberangan yang tinggi antara Jawa dan Bali, struktur dan fasilitas SAR di Banyuwangi harus lebih kuat,” ujarnya di lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, menyatakan bahwa pihaknya tengah memproses peningkatan status Pos SAR Banyuwangi menjadi Kantor SAR Kelas B. “Dengan dukungan dari Menpan RB dan pemerintah daerah, Pos SAR Banyuwangi akan berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah Kantor SAR Surabaya,” jelasnya.









Rombongan Komisi V DPR RI selanjutnya menuju Pelabuhan ASDP Ketapang untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur pelabuhan. Kunjungan dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama mitra kerja, antara lain Kementerian Perhubungan, BMKG, KNKT, ASDP, Gapasdap, dan Basarnas.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan SAR di wilayahnya. “Pemerintah daerah siap membantu, termasuk dalam hal pemanfaatan aset daerah,” ungkapnya.

Basarnas turut memaparkan hasil operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya yang berlangsung selama 20 hari dan resmi ditutup pada Senin (21/7/2025). Sebanyak 49 orang ditemukan, terdiri dari 30 korban selamat dan 19 korban meninggal dunia.
“Operasi ini mencerminkan kolaborasi lintas instansi yang solid,” kata Eko, seraya mengapresiasi peran aktif seluruh unsur SAR.

Kegiatan kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan Kapal Negara SAR 249 Permadi milik Basarnas yang bersandar di Dermaga APBN Tanjungwangi.