Makanan Penurun Tekanan Darah, dari Pisang hingga Bawang Putih
Bacatrend, Surabaya – Pola makan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung dan tekanan darah. Bagi penderita hipertensi atau yang ingin menjaga tekanan darah tetap normal, sejumlah makanan dapat membantu menurunkannya secara alami.
Ahli gizi merekomendasikan konsumsi makanan yang kaya akan kalium, magnesium, serat, dan antioksidan. Nutrisi tersebut berperan penting dalam merelaksasi pembuluh darah serta mengurangi kadar natrium dalam tubuh.
“Salah satu yang paling mudah dijangkau adalah pisang. Buah ini kaya kalium yang membantu menyeimbangkan tekanan darah,” ujar dr. Lestari, spesialis gizi dari RSUD Dr. Soetomo, Rabu (23/7).
Selain pisang, alpukat, bayam, kentang, dan kacang merah juga masuk dalam daftar makanan kaya kalium yang disarankan untuk dikonsumsi rutin. Sayuran hijau seperti brokoli, kale, dan selada juga dianjurkan karena mengandung serat tinggi dan rendah kalori.
Bawang putih juga disebut sebagai makanan yang memiliki efek menurunkan tekanan darah. Kandungan allicin dalam bawang putih dipercaya mampu membantu memperlebar pembuluh darah.
“Gunakan dalam keadaan segar agar manfaatnya optimal,” tambahnya.
Di sisi lain, ikan berlemak seperti salmon dan makarel yang kaya omega-3 dapat membantu menurunkan tekanan darah sekaligus kolesterol jahat. Disarankan untuk mengonsumsi ikan jenis ini 2–3 kali per minggu.
Cokelat hitam juga masuk daftar, meski dengan catatan. Flavonoid dalam cokelat hitam dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah, tetapi konsumsinya harus dalam jumlah kecil dan pilih yang mengandung kakao minimal 70 persen.
Bagi yang menyukai produk susu, pilihan terbaik adalah susu rendah lemak atau yogurt tanpa tambahan gula. Kalsium dalam produk ini penting dalam menjaga keseimbangan tekanan darah.
Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond, biji labu, dan kacang mete tanpa garam juga bisa menjadi camilan sehat yang mendukung tekanan darah stabil.
Di sisi lain, masyarakat disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam, makanan cepat saji, makanan kalengan, serta minuman berkafein dan alkohol berlebihan. “Makanan tinggi garam memicu retensi cairan, yang pada akhirnya bisa menaikkan tekanan darah,” ujar dr. Lestari.
Selain menjaga pola makan, konsumsi air putih cukup dan menjaga berat badan tetap ideal juga menjadi bagian penting dalam pengendalian tekanan darah.











Tinggalkan Balasan