Bacatrend, Garut – Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden tragis yang terjadi dalam pesta rakyat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Pendopo Kabupaten Garut. Peristiwa yang berlangsung pada Jumat (18/7/2025) malam itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat berdesak-desakan saat antre makanan gratis.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa olah TKP dilakukan untuk mendalami kronologi dan mencari titik awal terjadinya kericuhan. “Kita akan melakukan investigasi lanjutan. Setelah tadi malam kita mendapatkan laporan dari Kapolres Garut dan melakukan briefing, hari ini kita juga akan melakukan olah TKP ulang,” ujarnya.

Hendra menyebutkan bahwa olah TKP akan dihadiri langsung oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol Ade Vivid dan hasilnya akan dibawa ke Polda untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia juga mengungkap bahwa kericuhan terjadi saat ribuan warga berusaha masuk ke pendopo untuk mendapatkan paket makanan gratis yang disediakan oleh panitia. “Jumlahnya informasi awal yang kita dapatkan adalah 5.000 pack. Masyarakat mengantri di luar pintu-pintu pendopo. Ketika dibuka, dorongan dari belakang sangat deras sehingga terjadi desak-desakan,” jelasnya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, turut memantau langsung lokasi kejadian dan menanyakan sistem pengamanan kepada petugas dari Polri dan Satpol PP. Ia menyatakan bahwa pengamanan telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk perizinan dan penempatan personel. “Semua dilakukan sesuai prosedur, dari perizinan, prediksi potensi kerawanan, hingga penempatan personel di lapangan,” kata Rudi.









Korban meninggal dalam insiden tersebut adalah seorang anak berusia delapan tahun bernama Vania Aprilia, seorang warga bernama Dewi Jubaeda (61), dan anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39). Hingga saat ini, belum ada pihak yang diperiksa secara resmi, dan polisi masih fokus pada proses penyelidikan di lokasi kejadian.

Pengacara keluarga korban, Sumi Dasco, menyatakan bahwa pihaknya berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh. “Kami ingin kejelasan atas apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan hanya soal kelalaian, tapi soal tanggung jawab publik dalam sebuah acara besar,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pihaknya akan kooperatif dalam proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Kami percaya polisi akan bekerja profesional. Kami juga siap memberikan keterangan jika diperlukan,” kata perwakilan tim hukum tersebut.

Insiden ini menjadi sorotan publik karena terjadi dalam acara yang seharusnya menjadi momen bahagia. Polisi memastikan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.