Arogan dan Melawan Aturan! Rombongan Moge Terekam Video Kuasai Jalur Transjakarta
Bacatrend, Jakarta — Aksi rombongan pengendara motor gede (moge) yang menerobos jalur khusus Transjakarta kembali memicu kemarahan publik. Dalam video yang viral di media sosial, para pengendara moge terlihat melaju dengan leluasa di jalur busway wilayah Jakarta Barat, seolah jalan tersebut milik mereka.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @depokfeed dan memperlihatkan sejumlah moge melintas di jalur yang secara hukum hanya diperuntukkan bagi bus Transjakarta. Perekam video bahkan terdengar mengecam aksi tersebut dengan kalimat, “Gila, gila, yang punya jalan tuh Busway bos!”
Tindakan para pengendara moge ini dinilai tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga menunjukkan sikap arogan dan tidak menghormati hak pengguna transportasi publik. Jalur Transjakarta dirancang untuk mempercepat mobilitas warga, bukan untuk dijadikan arena eksklusif bagi komunitas kendaraan besar.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menegaskan bahwa pelanggaran tersebut akan ditindak tegas. “Semua kendaraan sama di mata hukum. Jika melanggar, tetap bisa ditilang,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa pihak kepolisian akan memeriksa Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) melalui sistem ETLE untuk menindak para pelanggar.
Pengamat transportasi Budiyanto turut mengecam aksi tersebut. Menurutnya, rendahnya disiplin berlalu lintas dan lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama pelanggaran semacam ini.
“Melihat jalur busway yang relatif lenggang, mereka merasa berhak menerobos. Ini bentuk ketidakpedulian terhadap aturan dan keselamatan,” tegasnya.
Aksi moge menerobos jalur Transjakarta bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, rombongan serupa juga terekam melanggar lampu merah dan memotong laju bus di wilayah lain. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan semakin lunturnya wibawa hukum di jalan raya.
Masyarakat mendesak aparat untuk tidak hanya menindak pelanggaran secara administratif, tetapi juga memberikan efek jera yang nyata. Jalur Transjakarta adalah hak publik, bukan arena pamer kekuasaan kendaraan bermotor.











Tinggalkan Balasan