Bacatrend, Jakarta — Bunga telang (Clitoria ternatea), yang dikenal dengan warna birunya yang mencolok, kini semakin populer di kalangan masyarakat sebagai bahan alami untuk menjaga kesehatan tubuh. Tanaman yang dahulu hanya digunakan sebagai pewarna makanan tradisional, kini mulai dilirik karena kandungan nutrisinya yang terbukti bermanfaat secara ilmiah.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bunga telang mengandung senyawa aktif seperti anthocyanin, flavonoid, dan peptida siklik yang berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, hingga antiperadangan. Kandungan tersebut diyakini mampu membantu meningkatkan fungsi otak, meredakan stres, menjaga kesehatan mata, serta menurunkan tekanan darah.

“Teh bunga telang sangat membantu saya tidur lebih nyenyak dan merasa lebih tenang,” ujar Rini (34), warga Trowulan yang rutin mengonsumsi seduhan bunga telang setiap malam. Ia mengaku mengenal bunga telang dari media sosial dan kini menanamnya sendiri di pekarangan rumah.

Selain dikonsumsi sebagai teh, bunga telang juga digunakan dalam infused water dan sebagai pewarna alami dalam berbagai makanan. Di beberapa daerah, bunga ini bahkan mulai dijadikan komoditas usaha kecil menengah (UKM) karena permintaan pasar yang meningkat.









Meski memiliki banyak manfaat, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi bunga telang dilakukan secara bijak. “Bunga telang memang aman dikonsumsi, tapi tetap perlu memperhatikan dosis dan kondisi tubuh masing-masing,” kata dr. Lestari, herbalis dari Mojokerto.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap bahan alami, bunga telang berpotensi menjadi bagian penting dalam gaya hidup sehat yang berakar pada kekayaan hayati lokal. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mendukung budidaya dan edukasi terkait tanaman ini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.