Nasi Buta, Kuliner Sederhana yang Tetap Digemari Warga Bondowoso
Bacatrend, Bondowoso — Ditengah gempuran kuliner modern dan makanan viral, sebuah hidangan sederhana bernama Nasi Buta tetap bertahan dan digemari masyarakat Bondowoso. Berlokasi di Kelurahan Sekarputih, tepat di perbatasan dengan Desa Pejaten, kuliner ini dikenal bukan karena tampilannya yang mewah, melainkan karena cita rasanya yang khas dan nama unik yang mengundang rasa penasaran.
Nasi Buta terdiri dari nasi putih hangat, sayur lodeh santan, sambal pedas, dan lauk sederhana seperti tempe goreng atau lalapan. Meski tampil apa adanya, rasa gurih dari kuah lodeh dan sambal yang menggigit membuat banyak pelanggan setia kembali setiap hari.
“Namanya memang aneh, tapi rasanya luar biasa. Saya sudah makan di sini sejak masih sekolah,” ujar Suyatno (58), warga Sekarputih yang rutin sarapan di warung Nasi Buta sejak tahun 1990-an.
Asal-usul nama “Nasi Buta” belum diketahui secara pasti. Beberapa warga menyebutnya sebagai bentuk sindiran terhadap tampilan lauk yang minim, seolah “tidak terlihat.” Namun justru dalam kesederhanaan itulah, kuliner ini mendapat tempat di hati masyarakat.
Warung-warung Nasi Buta umumnya berada di pinggir jalan, beratap seng, dengan bangku kayu panjang dan suasana khas warung rakyat. Meski belum dikenal luas di luar Bondowoso, kuliner ini tetap hidup dari loyalitas pelanggan dan kekuatan rasa yang tak lekang oleh waktu.
Pemerhati kuliner lokal berharap agar makanan seperti Nasi Buta mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik dalam promosi wisata kuliner maupun pelestarian warisan gastronomi tradisional.











Tinggalkan Balasan