Bacatrend, Papua Pegunungan — Prajurit TNI berhasil melumpuhkan salah satu tokoh utama Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dalam sebuah kontak tembak yang terjadi di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Mayer Wenda diketahui menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Ia terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di Papua, termasuk penyerangan Mapolsek Pirime dan pembunuhan terhadap anggota Polri di Tolikara pada 2012, serta penghadangan patroli aparat keamanan di Lanny Jaya pada 2014.

Operasi penindakan dilakukan oleh satuan tugas TNI dari Komando Operasi Habema, berdasarkan informasi intelijen dari masyarakat. Dalam proses penangkapan, Mayer dan kelompoknya melakukan perlawanan bersenjata, sehingga terjadi kontak tembak. Mayer dinyatakan tewas di tempat bersama satu orang lainnya yang diduga adiknya, Dani Wenda.

Barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian antara lain satu pucuk senjata api jenis revolver, 24 butir amunisi, dua unit ponsel, dua KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda, uang tunai sebesar Rp 65.000, serta satu buah noken.









Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tugas Pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Seluruh tindakan prajurit dalam operasi ini dilakukan secara profesional dan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Kristomei. Ia menambahkan bahwa TNI tetap mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis sebagai bagian dari upaya membangun stabilitas jangka panjang di Papua.

Keberhasilan operasi ini dinilai sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.