Aksi Heroik Petugas PMK Evakuasi Pemuda Berbobot 400 Kg Lewati Gang Sempit
Bacatrend, Surabaya — Sore itu, Jalan Brawijaya Gang Kedurus 1 No.54 tampak seperti gang-gang lain di Surabaya: sempit, sunyi, dan hanya cukup untuk satu orang berjalan. Tapi di balik gang selebar 80 cm itu, sebuah misi penyelamatan luar biasa sedang berlangsung.
M. Sarif, 23 tahun, menderita obesitas ekstrem dan hernia. Berat tubuhnya mencapai sekitar 400 kilogram. Ia tinggal di sebuah kamar kos di lantai dasar, dan siang itu, kondisinya memburuk—napasnya tersengal, tubuhnya lemah. Laporan masuk ke BPBD Kota Surabaya pukul 17.13 WIB, dan dalam satu menit, tim Rescue Rayon 4 Wiyung bergerak cepat menuju lokasi.
“Kami tahu ini bukan evakuasi biasa,” kata Wasis Sutikno, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Surabaya. “Gangnya sangat sempit, dan kondisi pasien tidak memungkinkan untuk diangkat dengan tandu.”

Setibanya di lokasi pukul 17.18 WIB, tim segera berkoordinasi dengan BPBD, TGC Dukuh Pakis, dan Posko Terpadu Dukuh Pakis. Evakuasi pun dimulai dengan cara yang tak lazim namun penuh kreativitas dan empati: sebatang bambu panjang digunakan sebagai penyangga. Sarif diminta berjalan perlahan sambil memegangi bambu, dibantu petugas di sisi kanan dan kiri.
Langkah demi langkah, Sarif bergerak maju. Masker oksigen menempel di wajahnya, napasnya berat dan terputus-putus. Di tengah gang, ia terpaksa berhenti. Petugas segera memberikan tambahan oksigen, menenangkan, dan menyemangatinya.
“Pasien terlihat sangat kelelahan, tapi ia terus berusaha,” ujar salah satu petugas di lokasi. “Kami hanya bisa mendampingi dan memastikan ia tidak sendirian.”
Evakuasi berlangsung hingga pukul 18.30 WIB. Di ujung gang, Sarif akhirnya berhasil keluar dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Mohamad Soewandhie untuk penanganan medis lebih lanjut.
Dibalik prosedur dan koordinasi lintas instansi, evakuasi ini menyisakan kesan mendalam: tentang keteguhan seorang pemuda melawan keterbatasan tubuhnya, dan tentang solidaritas para petugas yang tak hanya mengangkat tubuh, tapi juga harapan.











Tinggalkan Balasan