Keluarga Turis China Tempuh Jalur Hukum Soal Insiden Kapal Cepat Tenggelam
Bacatrend, DENPASAR – Ombak di Perairan Sanur, Bali, pada Selasa sore itu tampak biasa. Namun di balik gelombang yang menghantam kapal cepat Dolphin II, sebuah tragedi terjadi—meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Hanqing Yu (37), turis asal China yang tewas dalam insiden tersebut.
Kini, duka itu berubah menjadi tekad. Keluarga Hanqing Yu, didampingi kuasa hukum, melaporkan operator kapal Dolphin II ke Polda Bali atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian. Mereka menempuh jalur hukum, menuntut pertanggungjawaban atas apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran prosedur keselamatan.
“Kami mendampingi istri dan orang tuanya melaporkan operator fast boat terkait kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa,” ujar Haryadi, kuasa hukum keluarga, seperti dikutip dari laporan resmi.
Menurut keterangan istri korban, perjalanan dari Pelabuhan Sanur ke Nusa Penida memakan waktu sekitar 60 menit. Namun saat kembali, kapal hanya menempuh waktu 30 menit—melaju dalam kecepatan tinggi tanpa demonstrasi keselamatan. Rute pelayaran pun diduga tidak sesuai dengan peta navigasi yang seharusnya.
“Tidak ada safety demo, tidak ada arahan. Kapal seperti terburu-buru,” tambah Haryadi.
Kecelakaan terjadi saat kapal memasuki alur Pelabuhan Sanur dan dihantam ombak besar. Hanqing Yu dan satu turis China lainnya, Shio Quo Hong (20), serta seorang anak buah kapal, I Kadek Adi Jaya Dinata (23), ditemukan meninggal dunia. Sementara 73 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
Pihak keluarga menolak tawaran damai dari operator kapal, memilih untuk menunggu hasil visum dan penyelidikan resmi. Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Nurodin, membenarkan adanya laporan dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
Di tengah gemerlap pariwisata Bali, tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan sekadar formalitas. Bagi keluarga Hanqing Yu, keadilan bukan hanya soal hukum, tapi juga tentang menghormati nyawa yang telah hilang dalam perjalanan yang seharusnya menyenangkan.











Tinggalkan Balasan