Bacatrend, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya resmi membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola yang telah berdiri sejak 1987 di kawasan Jalan Tunjungan. Keputusan ini diambil setelah ditemukan kerusakan struktural yang mengancam keselamatan pengguna, sekaligus sebagai bagian dari penataan ulang wajah kota.

JPO yang dulunya menjadi penghubung antara Gedung Siola dan Jalan Tanjung Anom itu kini dinilai tidak lagi layak digunakan. Kajian teknis yang dilakukan awal tahun 2025 oleh tim independen menunjukkan bahwa beberapa bagian jembatan telah runtuh dan bentangannya mengalami pelapukan serius.

“Jembatan itu sudah tua dan rapuh. Berdasarkan kajian, kondisinya tidak aman lagi. Maka harus segera dibongkar dan dibangun ulang,” ujar Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan bukan hanya karena faktor usia, tetapi juga karena jembatan tersebut tidak lagi terintegrasi dengan lingkungan sekitar. “Kekuatan struktur sudah kami hitung. Jembatan itu harus terkoneksi dengan kondisi Jalan Tunjungan saat ini, baik secara visual maupun fungsional,” jelas Eri.









Sebagai pengganti, Pemkot Surabaya merancang jembatan baru dengan konsep terbuka dan modern. Selain berfungsi sebagai penghubung pejalan kaki, jembatan ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang menarik secara visual. “Nanti bentuknya tetap jembatan, tapi terbuka. Bisa jadi tempat warga menikmati pemandangan dan berfoto dari ketinggian,” tambah Eri.

Menariknya, pembangunan jembatan baru tidak akan membebani APBD secara signifikan. Pemkot menggandeng investor melalui skema CSR untuk mendanai proyek tersebut. “Kita akan tawarkan kepada pihak swasta yang ingin berkontribusi. APBD hanya digunakan sedikit,” kata Wiwiek.

Pembangunan jembatan baru ditargetkan rampung pada Desember 2025 dan dapat digunakan masyarakat mulai awal 2026. Desainnya akan tetap mempertahankan fungsi utama sebagai jembatan penyeberangan, namun dengan tampilan yang lebih estetik dan aman.

“Fungsinya tetap sama, tapi tampilannya dibuat lebih menarik agar bisa jadi ikon baru di Jalan Tunjungan,” ujar Wiwiek.

Dengan pembongkaran jembatan lama dan pembangunan struktur baru yang lebih kokoh, Pemkot Surabaya berharap kawasan Tunjungan semakin hidup sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan menarik bagi warga maupun wisatawan.