Bacatrend, Surabaya – Suara tawa, sorak-sorai, dan derap langkah riang terdengar di halaman kawan Perumahan HP Regency, Jalan Kemlaten XII, Kelurahan Kebraon, Surabaya. Warga terlihat tumpah ruah menyatukan semangat untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Tak hanya anak-anak, para orang tua baik ibu-ibu maupun bapak-bapak ikut larut dalam keseruan lomba. Bagi mereka, ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga momentum menanamkan jiwa nasionalisme, melatih kekompakan, dan menjaga keguyuban warga.

Dari berbagai perlombaan, estafet tepung menjadi bintang utama. Menggunakan kardus panjang sebagai media, peserta harus menjaga ritme dan fokus agar tepung tidak jatuh, di tengah teriakan penonton yang membakar semangat sekaligus menguji konsentrasi.

Keseruan berlanjut dengan lomba make up pasangan bermata tertutup, jepit balon nyunggih tempe, hingga estafet corong air. Tawa pecah saat hasil make up berubah menjadi karya seni abstrak yang memancing gelak warga.









Untuk anak-anak, deretan lomba tak kalah seru: dari kelereng, tiup bola dalam gelas, topi capil cekurukuk, rebut kursi, hingga goyang bola dalam kardus. Sorak-sorai para orang tua yang mendukung dari pinggir arena menambah hangat suasana.

Ketua Panitia 17 Agustusan, Oky Okta Vianto, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu ditunggu-tunggu. “Ini momen penting untuk menanamkan nilai kebangsaan sejak dini, sekaligus mempererat silaturahim, kerukunan, dan keguyuban warga,” ujar Oky, Selasa, 12 Agustus 2025.

Oky menambahkan bahwa kerja sama antara ibu dan anak di sejumlah lomba bukan hanya menghibur. Tetapi juga membangun rasa percaya diri, kejujuran, dan cinta tanah air.

Sutrisno, salah satu peserta lomba, mengaku bangga bisa ikut memeriahkan kegiatan 17 Agustus tersebut. “Suasana kebersamaan sangat terasa. Warga bergotong royong mempersiapkan acara, membuat semuanya semakin istimewa,” ujar bapak dua anak yang berprofesi perawat itu.

Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada malam tirakatan dan pentas seni yang akan digelar Minggu, 16 Agustus 2025. Bagi warga HP Regency, perayaan ini adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya diwariskan, tapi juga dirayakan dengan tawa, kebersamaan, dan rasa keguyuban yang hangat.