Bacatrend, Ngawi — Senin siang itu, Desa Legundi tampak seperti biasa. Angin menyapu pelan halaman rumah-rumah warga, dan suara ayam sesekali terdengar dari kandang belakang. Namun di satu sudut desa, tepatnya di halaman sebuah rumah di Kecamatan Karangjati, waktu seolah berhenti. Seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun, berinisial EL, meninggal dunia setelah tertabrak mobil pikap milik orangtuanya sendiri.

Mobil itu tidak sedang melaju kencang di jalan raya. Ia hanya bergeser beberapa meter di halaman rumah, dikemudikan oleh AD (32), karyawan keluarga korban. Pikap tersebut baru saja digunakan untuk mengangkut ayam dan tengah dicuci. AD bermaksud memindahkan kendaraan ke bawah pohon mangga agar tidak terkena terik matahari. Ia tidak tahu bahwa EL telah berpindah dari pos kamling ke depan mobil.

AD mengaku terakhir melihat EL bermain di dekat pos kamling, tak jauh dari lokasi pencucian mobil. Ia tidak menyadari bahwa balita itu telah merangkak atau berjalan ke depan kendaraan. Saat mobil bergerak maju, tubuh kecil EL tertabrak tanpa terdeteksi. Tidak ada suara jeritan, tidak ada hentakan. Hanya kesunyian yang kemudian pecah oleh kepanikan sang ibu.

EL segera dibawa ke Puskesmas Karangjati, namun nyawanya tak tertolong. Dalam pelukan sang nenek, tubuh mungil itu digendong erat, seolah menolak kenyataan bahwa cucu tercinta telah pergi. Proses visum sempat tertunda karena keluarga belum siap melepas EL dari pelukan terakhirnya.









Kapolsek Karangjati, AKP Anang Hari Suseno, membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah mengamankan mobil pikap dan meminta keterangan dari AD serta saksi-saksi di sekitar lokasi. Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk memastikan kronologi dan kemungkinan kelalaian.

“Pengemudi tidak menyadari ada anak kecil di depan mobil. Ini murni kecelakaan domestik, namun tetap kami proses sesuai prosedur,” ujar AKP Anang.