Bacatrend, PATI — Di sebuah sudut sunyi Desa Payang, Kecamatan Pati Utara, aroma rempah dan daging kambing yang dimasak perlahan menyambut siapa pun yang melintasi warung sederhana milik Pak Lasjan. Di sana, waktu seolah berjalan lambat, memberi ruang bagi tradisi kuliner yang nyaris terlupakan: Petis Kambing Runting.

Meski namanya mengandung kata “petis”, jangan bayangkan saus udang atau ikan seperti yang lazim ditemukan di Jawa Timur. Petis kambing ini adalah gulai pekat berwarna gelap, dibuat dari tepung beras sangrai, kecap, dan rempah yang dimasak bersama balungan dan sumsum kambing. Rasanya gurih, pedas, dan dalam—sebuah warisan rasa yang tak bisa dijelaskan hanya dengan kata “lezat”.

“Dulu, petis ini hanya dimasak saat Iduladha. Daging kurban yang melimpah kami olah jadi masakan yang tahan lama dan bisa dinikmati ramai-ramai,” ujar Pak Lasjan, mantan teknisi listrik yang kini menjadi penjaga rasa khas Runting. Bersama istrinya, ia membuka warung kecil yang kini menjadi tujuan kuliner bagi warga lokal dan pelancong penasaran.

Kuah petis yang kental dan hitam bukan hasil dari tinta atau fermentasi, melainkan dari perpaduan tepung beras sangrai dan gula merah yang dimasak berjam-jam. Daging kambing yang digunakan pun bukan sembarang potongan—balungan dan sumsum menjadi bintang utama, memberi tekstur dan rasa yang khas.









Di meja-meja kayu warung itu, pengunjung menyantap petis dengan nasi hangat, kadang ditemani sate kambing atau kerupuk gendar. Tak ada musik latar, hanya suara sendok dan obrolan ringan yang mengalir seperti kuah petis yang perlahan menyatu dengan nasi.

Meski belum dikenal luas di Pati Selatan, petis kambing Runting mulai menarik perhatian berkat unggahan media sosial dan liputan lokal. Bagi warga Pati Utara, masakan ini bukan sekadar kuliner, tapi juga simbol kebersamaan dan identitas desa.

“Petis ini bukan cuma soal rasa, tapi juga kenangan,” kata seorang pelanggan yang datang dari luar kota. “Saya makan ini dan langsung ingat masakan nenek saya dulu.”

Di tengah gempuran makanan modern dan waralaba cepat saji, petis kambing Runting berdiri tegak sebagai pengingat bahwa rasa terbaik sering lahir dari dapur sederhana, tangan terampil, dan tradisi yang dijaga dengan cinta.