Bacatrend, PATI — Sebanyak 2.781 personel gabungan dari Polri, TNI, dan sejumlah instansi terkait akan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, hari ini.

Aksi yang diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tersebut diperkirakan diikuti sekitar 50 ribu massa dari berbagai daerah. Mereka menuntut Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya menyusul polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pernyataan publik yang dinilai menantang warga.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh personel telah mendapat pengarahan mengenai tugas dan prosedur pengamanan. Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis akan menjadi prioritas dalam pengawalan aksi.

“Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari titik keberangkatan massa, kantong parkir, hingga pengawalan menuju dan dari lokasi aksi. Kami pastikan semua berjalan aman dan tertib,” ujar Jaka Wahyudi dalam apel gelar pasukan di Mako Sat Brimob Pati, Selasa (12/8).









Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di seluruh pintu masuk Kabupaten Pati, termasuk penutupan akses kendaraan ke area Alun-alun Pati, Jalan Pahlawan, dan Jalan Soedirman. Aparat juga memasang kamera pengawas di sejumlah titik strategis dan berkoordinasi dengan koordinator lapangan untuk mencegah provokasi.

Aksi unjuk rasa ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Kabupaten Pati, dengan skala massa yang luar biasa dan tuntutan yang menyentuh langsung kepemimpinan daerah.