Bacatrend, Gowa – Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Sultan Hasanuddin, Gowa, Sulawesi Selatan, sebuah video sederhana mengguncang nurani publik. Dalam unggahan akun Instagram @feedgramindo, terlihat seorang bocah laki-laki memungut sisa makanan dari kotak konsumsi yang diduga disediakan untuk para pejabat dan tamu undangan.

Dengan kantong plastik hitam di tangan, bocah itu membuka satu per satu kotak makanan yang telah ditinggalkan. Ia tersenyum bangga saat berhasil mengumpulkan beberapa potong makanan ringan yang masih layak konsumsi. “Bocah di Gowa memungut sisa makanan dari pejabat saat rayakan HUT RI ke-80,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Siapa Bocah Itu?
Dari penelusuran media, bocah tersebut diketahui bernama Syamsul (7), yang bersama temannya Muh Aidil (8) datang ke lokasi upacara untuk menonton perayaan. Mereka tinggal di Kecamatan Somba Opu, dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Ayah Syamsul adalah pedagang sayur kelor, sementara orang tua Aidil bekerja serabutan.

“Dia jalan kaki ke lapangan. Itu kue yang dikumpulkan dibawa pulang, untuk orang di rumah,” ujar Mila, kakak Syamsul, dengan suara lirih.









Video tersebut langsung viral di berbagai platform, ditonton jutaan kali dan dibanjiri komentar haru serta kritik sosial. Banyak warganet menandai akun Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, meminta perhatian terhadap kondisi anak-anak tersebut.

Kapolres pun merespons cepat. Ia mendatangi rumah kedua bocah itu pada Senin malam dan berjanji akan memberikan hadiah sepeda serta mengundang mereka ke kantornya.

“Kedua anak ini memiliki cita-cita ingin punya sepeda. Insya Allah besok kami akan kasih hadiah sepeda sekaligus bermain di kantor polisi,” ujar AKBP Aldy Sulaiman.

Simbol Ketimpangan Sosial
Aksi polos bocah yang mengais sisa makanan di tengah pesta kemerdekaan menjadi simbol kontras antara kemewahan pejabat dan realitas rakyat kecil. Banyak komentar warganet yang menyentil isu ketimpangan sosial, bahkan mengaitkannya dengan kebijakan ekonomi dan kenaikan gaji pejabat.

“Rakyatnya memungut sisa makanan dari pejabat, pejabatnya memeras rakyatnya dengan pajak,” tulis akun @ruthmarissa.

Peristiwa ini bukan sekadar viral. Ia adalah cermin sosial yang menuntut refleksi: apakah kemerdekaan telah benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat? Di balik senyum bangga seorang bocah yang memungut sisa makanan, tersimpan harapan, keteguhan, dan pertanyaan besar tentang keadilan sosial.