Bacatrend, Bandung — Dunia musik Indonesia berduka atas wafatnya Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, atau yang lebih dikenal sebagai Acil Bimbo, pada Senin malam (1/9) pukul 22.13 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Musisi legendaris berusia 82 tahun ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kanker paru-paru.

Acil merupakan salah satu pendiri grup musik Bimbo, bersama saudara-saudaranya Sam dan Jaka, serta adik bungsu Iin Parlina. Sejak berdiri pada 1966, Bimbo dikenal luas melalui lagu-lagu bertema religius, sosial, dan kemanusiaan seperti Tuhan, Sajadah Panjang, dan Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya. Harmoni vokal khas dan lirik yang reflektif menjadikan Bimbo sebagai ikon musik Indonesia lintas generasi.

Di luar dunia musik, Acil dikenal sebagai sosok intelektual dan aktivis sosial. Ia menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Padjadjaran dan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk mendirikan LSM Bandung Spirit. Bahkan di masa-masa terakhirnya, Acil masih menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan kebudayaan.









Jenazah Acil disemayamkan di rumah duka di Jalan Biologi No. 4, Cigadung, Bandung, dan dimakamkan pada Selasa pagi (2/9) di Cimahi. Suasana haru menyelimuti keluarga, sahabat, dan para penggemar yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

Ungkapan duka mengalir dari berbagai kalangan, termasuk musisi Melly Goeslaw yang menulis di media sosial:

“Selamat jalan Kang Acil, semoga ditempatkan di surga Firdaus Allah SWT. Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf Kang Acil.”

Acil meninggalkan seorang istri, Ernawati, empat anak, dan sejumlah cucu, termasuk artis muda Adhisty Zara dan Hasyakyla Utami. Dalam unggahan pribadinya, Zara mengenang sang kakek dengan penuh haru:

“Kiyang udah nggak sakit lagi. Inget waktu itu bikinin buku ini biar Kiyang bisa inget terus sama kita, dan Kiyang hepiii.”

Kepergian Acil Bimbo menandai akhir dari sebuah era, namun warisan musik dan nilai-nilai yang ia perjuangkan akan terus hidup dalam ingatan publik dan karya-karya Bimbo yang abadi.