Cerita Kampus Unisba dan Unpas Dihujani Gas Air Mata Aparat
Bacatrend, Bandung — Dua kampus ternama di Kota Bandung, Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), menjadi lokasi evakuasi sekaligus sasaran tembakan gas air mata oleh aparat keamanan pada Senin malam (1/9). Insiden ini terjadi menyusul bentrokan antara demonstran dan aparat di depan Gedung DPRD Jawa Barat.
Sekitar pukul 23.30 WIB, massa aksi yang terluka dievakuasi ke area kampus untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, aparat gabungan TNI-Polri diduga menembakkan gas air mata dan peluru karet ke dalam lingkungan kampus, menyebabkan kepanikan dan puluhan korban luka.
“Mayoritas pendemo yang ditangani di sini itu luka-luka akibat terkena pukulan benda tumpul. Yang masuk kategori merah langsung dirujuk ke rumah sakit,” ujar Wakil Rektor III Unisba, Amrullah Hayatudin.
Menurut data yang dihimpun dari tim medis kampus, sebanyak 48 orang dievakuasi ke Unisba, terdiri dari 29 mahasiswa dan 19 masyarakat umum. Mereka mengalami luka benturan, sesak napas, dan iritasi akibat paparan gas air mata.
Di Unpas, situasi serupa terjadi. Kanit Keamanan Kampus, Rosid, menyatakan bahwa kampusnya menjadi titik evakuasi utama.
“Titik evakuasinya cuma di Unpas saja. Saya tidak menduga akan ada demo lagi malam itu. Sekitar 12 mahasiswa pingsan dan langsung dievakuasi,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan kaca masjid dekat gedung Unpas pecah, satu unit motor terbakar, dan puluhan proyektil gas air mata berserakan di area kampus. Mahasiswa yang bertugas sebagai relawan medis turut menjadi korban.
Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung menyebut tindakan aparat sebagai bentuk “teror negara terhadap rakyatnya sendiri.” Tagar #AllEyesOnBandung, #AllEyesOnUnisba, dan #AllEyesOnUnpas menjadi trending di media sosial, menandakan solidaritas publik terhadap korban dan tuntutan atas transparansi penanganan.
Secara hukum, penggunaan gas air mata diatur dalam Peraturan Kapolri No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Gas air mata termasuk dalam kategori kekuatan tingkat tinggi yang hanya boleh digunakan secara proporsional dan dalam kondisi ekstrem. Penembakan ke dalam kampus dinilai melanggar prinsip kebebasan akademik dan hak konstitusional mahasiswa.
Kanit Keamanan Kampus Unpas Tamansari Bandung, Rosid, mengatakan peristiwanya terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, datang petugas keamanan yang berpatroli dara arah Wastukencana. Pihak kampus pun membuka gerbang untuk evakuasi.
Ia bilang di antara yang masuk ialah mahasiswa dan sekelompok orang yang dipukul mundur dari arah Gasibu, Dago, Sulanjana. Menurutnya, sempat ada juga blokade yang dilakukan oleh mahasiswa dan sekelompok orang dengan bakaran kayu dan sebagainya.
“Semua itu bukan mahasiswa Unpas aja yang kumpul disini,” ujar dia dijumpai di Unpas Tamansari, Selasa (2/9).
Soal lontaran gas air mata dari aparat, ia menyebut ada puluhan yang dilontarkan ke arah kampus. Saat dijumpai petugas juga menunjukkan sejumlah proyektil yang ditemukan di area kampus.
“Ada 48 tembakan,” ucapnya.
Akibatnya, ada sekitar 12 orang yang terpapar asap hingga pingsan di kampus tersebut.











Tinggalkan Balasan