Bacatrend, Jakarta — Sebuah unggahan viral di media sosial memicu kegaduhan publik setelah menampilkan foto seorang pria yang disebut sebagai anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, tampak diamankan oleh personel Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta.

Unggahan tersebut disertai foto kartu tanda anggota (KTA) dan narasi yang menyebut pria itu sebagai provokator dalam aksi demonstrasi.

Menanggapi kabar tersebut, Mabes TNI melalui Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, membantah keras tudingan tersebut.

“Tidak ada anggota TNI yang ditangkap Polri maupun menjadi provokator dalam peristiwa tersebut. Itu narasi bohong dan menyesatkan,” tegas Freddy dalam keterangan resminya.









Freddy juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi mengadu domba antar institusi negara.

Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita turut menyoroti penyebaran informasi yang menyebut penangkapan terhadap personel intelijen. Ia menyayangkan tindakan aparat yang menyebarkan identitas dan foto seseorang yang disebut sebagai intelijen.

“Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen,” ujar Tandyo dalam pernyataan terpisah.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan operasional intelijen, terutama dalam situasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan antar institusi.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Polri terkait identitas pria yang diamankan tersebut. Sumber internal menyebut bahwa proses verifikasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan apakah yang bersangkutan benar merupakan anggota BAIS TNI.

Insiden ini memunculkan kekhawatiran publik terhadap koordinasi antar lembaga keamanan negara, serta menyoroti kerentanan penyebaran informasi di era digital yang dapat memicu keresahan sosial.