Bacatrend, Jakarta — Pengusaha dan anggota DPR yang dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok”, Ahmad Syahroni, mendapat tawaran menarik untuk menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Tawaran tersebut datang dari konsultan properti @HamzehRealEstate melalui unggahan video di TikTok yang dilihat bacatrend.com pada Rabu (3/9).

Dalam video berdurasi singkat itu, Hamzeh memaparkan berbagai keuntungan yang ditawarkan Dubai kepada ekspatriat kaya, mulai dari kebijakan bebas pajak hingga gaya hidup mewah yang lebih terjangkau.

“Kalau Anda punya Rp227 miliar, pindah ke Dubai bisa jadi keputusan terbaik,” ujar Hamzeh dalam video tersebut, sambil menyoroti harga mobil sport yang disebut tiga kali lebih murah dibandingkan di Indonesia.

Deretan Keuntungan Hidup di Dubai
Dubai dikenal sebagai salah satu pusat bisnis global yang menawarkan berbagai insentif bagi investor dan profesional asing. Beberapa keuntungan yang disorot dalam tawaran kepada Syahroni antara lain:









Bebas Pajak Penghasilan: UEA tidak mengenakan pajak pribadi, memungkinkan individu menyimpan seluruh penghasilannya.

Golden Visa 10 Tahun: Visa ini memberikan izin tinggal jangka panjang bagi investor dan pengusaha, serta akses ke fasilitas premium.

Keamanan Tinggi: Respons kepolisian disebut sangat cepat, dengan waktu tanggap sekitar 10 menit.

Iklim Investasi Stabil: Dubai memiliki zona ekonomi bebas pajak dan sistem kepemilikan asing yang fleksibel.

Implikasi Sosial dan Politik
Tawaran ini memunculkan sejumlah pertanyaan di ruang publik, terutama terkait posisi Syahroni sebagai anggota DPR aktif. Pengamat menilai, perpindahan ke yurisdiksi bebas pajak seperti Dubai dapat menimbulkan persepsi negatif jika tidak disertai transparansi finansial dan komitmen terhadap tanggung jawab publik.

“Figur publik seperti Syahroni perlu menjaga integritas dan menjelaskan motivasi di balik keputusan semacam ini,” ujar seorang analis kebijakan publik.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Syahroni terkait tawaran tersebut, video Hamzeh telah memicu diskusi luas di media sosial tentang gaya hidup elite, efisiensi pajak, dan etika pejabat publik.