Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan di pasar domestik kembali mencetak rekor. Per Selasa, 9 September 2025, harga emas Antam naik tajam sebesar Rp26.000 menjadi Rp2.086.000 per gram. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif dari pasar global, di mana ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat dan pelemahan dolar AS mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

Lonjakan harga Antam juga diikuti oleh dua produsen emas lainnya. Emas UBS kini dijual seharga Rp2.095.000 per gram, naik sekitar Rp20.000 dari hari sebelumnya. Sementara Galeri24 mencatat kenaikan lebih tipis, dari Rp2.050.000 menjadi Rp2.052.000 per gram. Meski tidak setajam Antam, pergerakan harga ini tetap menunjukkan tren penguatan yang konsisten.

Kenaikan harga emas juga tercermin pada pecahan besar. Emas Antam 100 gram kini dijual seharga lebih dari Rp2,08 miliar, sementara UBS dan Galeri24 masing-masing berada di kisaran Rp2,03 miliar dan Rp1,99 miliar. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh reputasi, sertifikasi internasional, dan biaya cetak masing-masing produk.

Menurut analis pasar dari Trias Politika Strategis, lonjakan harga Antam tidak lepas dari statusnya sebagai produk bersertifikasi LBMA (London Bullion Market Association), yang membuatnya lebih diminati investor institusional dan jangka panjang. UBS dan Galeri24, meski lebih terjangkau, tetap menjadi pilihan populer di pasar lokal karena fleksibilitas ukuran dan biaya cetak yang lebih rendah.









Bagi investor, momen ini bisa menjadi peluang untuk diversifikasi aset, terutama bagi mereka yang mengincar emas sebagai pelindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi. Namun, penting untuk memperhatikan biaya cetak, likuiditas, dan tujuan investasi sebelum memutuskan pembelian. Jika tren global terus mengarah pada pelonggaran kebijakan moneter, harga emas diperkirakan masih akan bergerak naik dalam beberapa pekan ke depan.