Banjir Bandang Landa Bali, Ada kOrban Jiwa dan Ribuan Bangunan Terdampak
Bacatrend, Denpasar — Hujan ekstrem yang mengguyur Bali selama lebih dari 24 jam memicu banjir bandang di sejumlah wilayah, menelan korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas warga.
Setidaknya tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil di Jembrana dan seorang lansia di Gianyar. Empat warga lainnya masih dalam pencarian.
Banjir melanda kawasan padat penduduk seperti Denpasar Barat, Gianyar, Jembrana, dan Klungkung. Di Kampung Jawa, air setinggi 1,5 meter merendam rumah-rumah dan menutup akses jembatan. Warga terpaksa menyelamatkan diri ke atap rumah dan plafon bangunan.
“Umur segini, baru sekarang lihat banjir sebesar ini,” ujar Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat meninjau lokasi terdampak.
Di Gianyar, tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu karet. BPBD Gianyar mencatat longsor dan pohon tumbang di berbagai titik, memperparah kondisi evakuasi.
“Terjadi banjir di banyak titik, kami harap bantuan SAR Brimob untuk evakuasi warga menggunakan perahu karet,” kata Kepala BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta.
Kerusakan infrastruktur juga meluas. Ruko Taslim Textile dan News Centrum di Denpasar Barat ambruk, sementara basement Pasar Badung dan Pasar Kumbasari terendam banjir, menenggelamkan puluhan kendaraan. Jalan utama Denpasar–Gilimanuk lumpuh total akibat genangan dan kemacetan panjang.
Pemerintah daerah telah mendirikan posko pengungsian di Kesiman Kertalangu dan Padangsambian Kaja. Warga terdampak mulai menerima bantuan logistik, meski akses distribusi masih terhambat.
Banjir ini memunculkan kembali pertanyaan tentang tata ruang dan mitigasi risiko di kawasan urban Bali. Banyak bangunan berdiri di bantaran sungai tanpa sistem drainase memadai. Para ahli menyarankan evaluasi menyeluruh terhadap izin bangunan dan sistem peringatan dini.











Tinggalkan Balasan