Hasil Olah TKP Tragedi Bus Wisata Probolinggo, Polisi Tak Temukan Jejak Pengereman
Bacatrend, Surabaya – Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur mengungkap bahwa bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Desa Boto, Kabupaten Probolinggo, kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun tanpa jejak pengereman. Kendaraan tersebut meluncur sejauh sekitar 60 meter sebelum menghantam bagian bawah jalan, menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi pada Sabtu, 14 September 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Bus tersebut membawa rombongan wisatawan asal Jember yang baru saja pulang dari Gunung Bromo.
“Posisi transmisi ditemukan berada di gigi 3 saat kendaraan berhenti, dan tidak ada tanda-tanda pengereman di lokasi. Ini menunjukkan kemungkinan besar pengemudi kehilangan kendali,” ujar Iwan dalam keterangannya, Selasa (16/9).
Dari total penumpang, sembilan orang mengalami luka berat dan 35 lainnya luka ringan. Sebagian korban telah dipulangkan, sementara korban luka berat masih dirawat di RS Bina Sehat, Jember. Sopir bus, Albahri, mengalami retak pada tangan kiri dan masih menjalani perawatan. Kernet bus, Mergi, selamat dari insiden tersebut.
Korban meninggal sebagian besar duduk di sisi kanan bus, dari baris keempat hingga belakang. Kerusakan parah terjadi di bagian depan hingga belakang kendaraan, dan kecepatan bus sebelum kecelakaan diperkirakan antara 64 hingga 80 km/jam.
Secara administratif, bus dinyatakan layak jalan. Surat kendaraan, dokumen pengemudi, dan hasil ramp check menunjukkan tidak ada pelanggaran. Namun, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari pihak pabrikan Hino untuk memastikan apakah sistem pengereman berfungsi normal.
“Dugaan rem blong belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil analisis teknisi pabrikan,” tambah Iwan.
Polda Jatim bekerja sama dengan tim TAA Mabes Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melanjutkan investigasi. Sembilan saksi telah dimintai keterangan, termasuk penumpang dan warga sekitar lokasi kejadian. Kepolisian juga memastikan pendampingan terhadap keluarga korban dan proses perawatan medis bagi yang terluka.











Tinggalkan Balasan