Mahasiswa Ubaya Sulap Limbah Buah Jadi Parfum Ramah Lingkungan
Bacatrend, Surabaya — Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil mengembangkan inovasi parfum berbahan dasar limbah buah. Produk bernama Dauroma ini memanfaatkan kulit buah sisa produksi minuman jus sebagai bahan utama, sekaligus menawarkan solusi atas permasalahan sampah organik yang kian meningkat di Indonesia.
Nicole Olivia Tranggono, ketua tim inovasi, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari keprihatinan terhadap limbah buah yang dihasilkan pelaku UMKM. “Kami ingin menciptakan parfum yang tidak hanya harum dan tahan lama, tapi juga eco-friendly dan berdampak sosial,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (18/9).
Bersama empat rekannya—Selena Hans, Christopher Kayne, Fransiskus Hendra Setiawan Roni, dan Cloresita Margareta Hawins—Nicole merancang tiga varian parfum dari ekstrak kulit apel, mangga, dan pisang. Masing-masing diberi nama Talya (apel), Ashbel (mangga), dan Ertz (pisang). Proses pembuatannya memakan waktu sekitar dua minggu, dimulai dari pengumpulan limbah, ekstraksi, penyaringan, formulasi, hingga pematangan aroma (maceration) dan pengemasan.
“Parfum ini bisa bertahan lebih dari delapan jam. Aroma buahnya memberi kesan segar, membangkitkan semangat, dan menciptakan kesan ramah bagi pemakainya,” tambah Nicole.
Inovasi ini mendapat dukungan dari dosen pembimbing Adhika Putra Wicaksono, M.M., serta pendampingan dari Ubaya InnovAction Hub (UIH). Dauroma juga lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) sebagai bentuk apresiasi atas potensi bisnis dan keberlanjutan produk.
Saat ini, tim tengah mempersiapkan produksi skala komersial. “Harapannya, Dauroma bisa menjadi pilihan parfum yang tidak hanya unik, tapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan mendukung pemberdayaan lokal,” pungkas Nicole.











Tinggalkan Balasan