Kisah Santri Selamat Dari Bangunan Runtuh Di Ponpes Al-Khoziny, Ini Penyebabnya
Bacatrend, Sidoarjo – Di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, para santri dan pengurus tengah menunaikan salat berjamaah di lantai pertama bangunan masjid baru yang masih dalam tahap konstruksi. Tak ada yang menyangka, dalam hitungan detik, lantai demi lantai bangunan lima tingkat itu akan runtuh dan mengubah suasana menjadi kepanikan.
Di antara mereka, seorang santri bernama Adam berdiri di barisan pinggir. Posisi itulah yang kelak menyelamatkan nyawanya.
“Saat rakaat kedua, tembok mulai berbunyi. Retakannya terdengar jelas. Lalu tiba-tiba bangunan ambrol,” tutur Rudy, kakak Adam, yang juga alumni pondok tersebut. Menurutnya, Adam sempat berlari menjauh saat struktur bangunan mulai roboh. “Dia sempat menghindar. Alhamdulillah, selamat,” ucap Rudy dengan nada lega.
Bangunan yang ambruk merupakan proyek perluasan masjid yang sebelumnya hanya berupa musala kecil dan lapangan terbuka. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang salat harian. Saat insiden terjadi, tempat itu penuh dengan santri dan pengurus yang sedang beribadah.
Muhammad Zahrowi, santri lain yang berada di lokasi, mengira suara keras itu berasal dari kereta api. “Saya pikir ada kereta lewat. Ternyata bangunan yang jatuh,” katanya.
Hingga malam hari, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih menyisir puing-puing bangunan. Sedikitnya empat korban jiwa telah ditemukan, sementara jumlah pasti korban luka dan yang masih tertimbun belum dapat dipastikan.
Penyebab runtuhnya bangunan belum diumumkan secara resmi. Namun di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, kisah Adam menjadi secercah harapan—bahwa di antara tragedi, ada nyawa yang berhasil lolos dari maut.











Tinggalkan Balasan