Bacatrend, Sidoarjo — Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan tujuh santri Pondok Pesantren Al-Khoziny masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk, namun dalam keadaan hidup. Tim penyelamat telah berhasil menjalin komunikasi dan menyalurkan makanan serta oksigen untuk menjaga kondisi mereka.

“Keselamatan mereka jadi prioritas. Alat berat belum bisa digunakan karena berisiko menimbulkan runtuhan tambahan,” ujar Adhy, Selasa (30/9).

Evakuasi dilakukan secara manual oleh tim gabungan dari SAR, TNI, Polri, dan relawan. Sementara itu, puluhan korban yang telah dievakuasi sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Sidoarjo dan rumah sakit rujukan. Sebagian sudah dipulangkan, lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Pemprov Jatim juga mendirikan posko informasi bagi keluarga santri. Adhy meminta agar keluarga tidak masuk ke area evakuasi demi kelancaran proses penyelamatan.









“Silakan koordinasi lewat posko. Kehadiran di lokasi bisa mengganggu kerja tim,” tegasnya.

Jumlah pasti korban masih dalam proses verifikasi. Diperkirakan ada sekitar 12 orang yang belum ditemukan, namun data akhir menunggu hasil evakuasi penuh.

“Selama suplai oksigen dan makanan masih bisa masuk, kami akan terus berupaya menyelamatkan korban tanpa alat berat,” tutup Adhy.

Bangunan tiga lantai yang ambruk diketahui masih dalam tahap pembangunan dan belum sepenuhnya difungsikan. Insiden terjadi saat pengecoran lantai atas sedang berlangsung.