Polisi Libatkan Tim ITS untuk Pastikan Evakuasi Aman di Ponpes Al Khozyni
Bacatrend, Sidoarjo – Kepolisian Daerah Jawa Timur mulai menerapkan pendekatan teknis dalam penanganan insiden runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khozyni di Buduran, Sidoarjo. Untuk memastikan keselamatan dalam proses evakuasi, tim ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya turut dilibatkan dalam analisis struktur bangunan.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa stabilitas bangunan menjadi perhatian utama sebelum alat berat digunakan.
“Kami tidak ingin mengambil langkah gegabah yang berisiko bagi tim penyelamat. Karena itu, kami minta tim ahli ITS untuk menilai kelayakan struktur sebelum alat berat diturunkan,” ujar Nanang.
Menurutnya, kondisi bangunan yang masih rentan runtuh membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tim SAR gabungan bersama TNI dan Polri terus berupaya menjangkau korban yang diduga masih tertimbun, meski pergerakan struktur yang terdeteksi pagi tadi menjadi tantangan tersendiri.
“Alat berat sudah kami siagakan, tapi penggunaannya menunggu rekomendasi teknis. Kami juga telah mengirimkan oksigen dan logistik ke titik-titik yang memungkinkan untuk menjangkau korban hidup,” tambahnya.
Di posko utama, proses pencocokan data santri yang berada di lokasi kejadian dengan mereka yang telah berhasil dievakuasi masih berlangsung. Kapolda menyebut bahwa tim sempat mendengar suara dari dalam reruntuhan pada malam sebelumnya, namun belum dapat dipastikan kondisi para korban.
“Prioritas kami tetap pada penyelamatan jiwa. Kami mengajak semua pihak untuk mendoakan agar proses ini berjalan lancar dan semua korban segera ditemukan,” tutup Nanang.











Tinggalkan Balasan