Bacatrend, Sidoarjo — Setelah lebih dari 24 jam operasi nonstop, tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi tujuh korban dari reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/10). Tiga korban ditemukan dalam kondisi hidup, sementara empat lainnya telah meninggal dunia.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, yang bertindak sebagai koordinator misi SAR, menyampaikan bahwa seluruh korban ditemukan di sektor pencarian Site A1. “Tim harus membuka jalur aman di tengah struktur bangunan yang sangat tidak stabil. Prosesnya penuh risiko,” ujarnya.

Evakuasi dimulai pukul 14.48 WIB dengan ditemukannya korban ke-12 dalam kondisi meninggal. Tak lama kemudian, pukul 15.22 WIB, Haikal—korban ke-13—berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat setelah terjebak di bawah bordes beton.

Korban ke-14, Muhammad Wahyudi, dan korban ke-15, Al Fatih, juga ditemukan hidup masing-masing pada pukul 18.05 dan 18.40 WIB. Namun, korban ke-16 yang ditemukan pukul 18.50 WIB sudah tidak bernyawa.









Evakuasi berlanjut hingga malam hari. Putra (korban ke-17) berhasil diselamatkan pukul 19.16 WIB, disusul Rosi (korban ke-18) pada pukul 20.20 WIB, keduanya dalam kondisi selamat.

Untuk menjangkau titik korban, tim SAR menggali akses horizontal di bawah bangunan dengan kedalaman 80 cm dan lebar hanya 60 cm. Jalur sempit tersebut hanya bisa dilalui dengan merayap, dan setiap personel harus bertugas dalam posisi tengkurap selama tiga jam per shift.

“Evakuasi Haikal menjadi titik krusial. Kami terus menjaga komunikasi dan menyuplai makanan agar ia tetap sadar,” kata Yudhi.

Seluruh korban selamat langsung dibawa ke RSUD Notopuro Sidoarjo untuk penanganan medis. Sementara korban meninggal dunia dikirim ke RS Siti Hajar untuk proses identifikasi.

Hingga saat ini, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 18 orang. Operasi SAR melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, termasuk Kantor SAR Surabaya, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, PMI, Damkar, serta puluhan organisasi relawan dan potensi SAR lainnya.