Asmara Terlarang Berujung Maut, Ayah Bunuh Pacar Anak
Bacatrend, Bengkulu – Di sebuah rumah sederhana di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Bengkulu, malam itu seharusnya menjadi waktu tenang bagi Helen dan saudarinya, Santi. Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka menerima kunjungan dari Feri (40), seorang tukang bangunan yang dikenal ramah dan pekerja keras. Feri datang bukan sebagai tamu biasa—ia adalah kekasih Helen, perempuan yang telah lama pisah ranjang dari suaminya.
Samsudin, ayah Helen, pulang ke rumah dan mendapati Feri sedang berbincang dengan putrinya. Ketegangan langsung terasa. Cekcok pun tak terhindarkan. Dalam hitungan menit, suasana berubah mencekam. Samsudin, yang disebut tidak merestui hubungan anaknya dengan Feri, menghunus senjata tajam dan menikam dada Feri.
Feri sempat berlari keluar rumah, mencoba mencari pertolongan. Namun tubuhnya tak mampu bertahan. Ia ditemukan tergeletak sekitar 50 meter dari rumah, bersimbah darah, dan dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.
Aprioni, Kepala Dusun I Desa Air Meles Atas, mengonfirmasi insiden berdarah tersebut. “Kami sangat terkejut. Feri dikenal baik, dan kejadian ini membuat warga terpukul,” ujarnya.
Di Desa Kesambe Lama, tempat tinggal Feri, suasana duka menyelimuti. Darwantoni, Kepala Desa setempat, mengenang Feri sebagai sosok yang gigih bekerja demi keluarganya. “Dia memang sudah pisah ranjang, tapi belum bercerai secara hukum. Hubungannya dengan Helen jadi sorotan warga,” katanya.
Samsudin kini dalam pelarian. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Luka tusuk di dada Feri menjadi bukti utama dalam penyelidikan.
Tragedi ini membuka luka sosial yang dalam. Di balik kemarahan dan darah yang tertumpah, ada kisah cinta yang tak direstui, ada keluarga yang hancur, dan ada komunitas yang bertanya-tanya: bagaimana bisa cinta berujung maut?










Tinggalkan Balasan