Bacatrend, Sidoarjo — Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) dari Polda Jawa Timur kembali mencatat kemajuan dalam proses identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Sebanyak delapan kantong jenazah berhasil dikenali dan dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui kombinasi metode medis, pencocokan DNA, serta barang-barang pribadi milik korban.

“Terdapat kecocokan dengan metode kombinasi metode medis, pencocokan DNA, serta barang-barang pribadi milik korban,” ujarnya, Kamis (9/10).









Berikut Nama-nama Korban yang Telah Teridentifikasi:
Moch. Adam Fidiansyah (12 tahun) Warga Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo

Muhammad Raihan Jamil (14 tahun) Beralamat di Krembangan Jaya Selatan, Surabaya

Mohammad Abdul Rohman Nafis (15 tahun) Tinggal di Pulungan, Sedati, Sidoarjo

M. Ghifari Chasbi (15 tahun) Berdomisili di Tamansari, Wonorejo, Pasuruan

Moh. Toni Afandi (14 tahun) Warga Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya

Ach. Ramzi Fariki (15 tahun) Berasal dari Padurenan, Gunung Sindur, Bogor

Abdullah As Syadid (16 tahun) Warga Alas Kokon, Modung, Bangkalan

Arif Afandi (15 tahun) Tinggal di Wonorejo, Tegalsari, Surabaya

Dengan tambahan delapan korban hari ini, total jenazah yang telah berhasil diidentifikasi mencapai 48 dari 67 kantong jenazah yang diterima sejak kejadian. Tim DVI masih melanjutkan proses pencocokan data postmortem dan antemortem untuk korban lainnya.

Bagi keluarga atau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait proses identifikasi, dapat menghubungi pusat informasi Operasi DVI di nomor: 0851 9044 7911