Bacatrend, NTT – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada pukul 09.21 WITA, gunung bertipe stratovolcano ini meletus dengan kolom abu mencapai 8.000 meter di atas puncak, atau sekitar 9.584 meter dari permukaan laut.

Dampak Langsung: Hujan Pasir dan Suara Dentuman
Letusan disertai suara dentuman keras yang terdengar hingga ke wilayah Kabupaten Sikka. Warga Desa Hikong di Kecamatan Talibura, Sikka, melaporkan hujan pasir yang mengguyur permukiman mereka. Suara gemuruh dari arah gunung membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Arah Sebaran Abu dan Status Gunung
Kolom abu berwarna kelabu pekat terpantau mengarah ke utara dan barat laut. Wilayah terdampak meliputi Desa Boru, Pululera, dan sekitarnya. Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini berstatus Level IV (Awas), menandakan potensi bahaya tinggi.

Imbauan Resmi: Zona Bahaya Diperluas
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi, Emanuel Rofinus Bere, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, sektor barat daya, utara, dan timur laut ditetapkan sebagai zona rawan hingga 7 kilometer.









Erupsi Ganda dalam Sehari
Menariknya, sebelum letusan besar pukul 09.21 WITA, gunung ini sempat meletus pada dini hari pukul 01.35 WITA dengan kolom abu mencapai 10.000 meter di atas puncak. Durasi letusan dini hari tercatat selama 9 menit 6 detik, sementara letusan pagi berlangsung selama 3 menit 1 detik.