Kritik Aqua, Dedi Mulyadi: Air Gratis Dijual Mahal
Bacatrend, Subang — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap PT Tirta Investama (Aqua) usai melakukan inspeksi ke fasilitas produksi perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut di Subang. Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Dedi mempertanyakan keadilan ekonomi dari model bisnis Aqua yang mengambil air tanah secara gratis, namun menjualnya dengan harga tinggi.
“Airnya gratis, bahan bakunya gratis, dijual mahal, labanya besar,” ujar Dedi dalam video tersebut.
Dedi mengungkap bahwa volume air yang diambil dari sumur bor mencapai 2,8 juta liter per hari. Ia menyoroti bahwa meski perusahaan memperoleh keuntungan besar, masyarakat sekitar tidak mendapatkan manfaat yang sepadan. Ia juga menyinggung pembangunan infrastruktur seperti jalan yang justru lebih banyak mendukung operasional perusahaan ketimbang kebutuhan warga.
“Yang bangun jalan pemerintah, yang ambil air perusahaan, yang dapat untung perusahaan. Rakyat cuma nonton,” tegasnya.
Pihak Aqua menjelaskan bahwa air yang digunakan berasal dari akuifer dalam, bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan, dan pengambilan dilakukan sesuai izin pemerintah serta diawasi oleh Kementerian ESDM dan Badan Geologi. Mereka juga menyebut telah menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di berbagai daerah.
Meski demikian, kritik Dedi Mulyadi mendapat dukungan luas dari warganet. Banyak yang mempertanyakan transparansi label “air pegunungan” dan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat lokal.
“Kalau airnya gratis, kenapa harga jualnya mahal banget?” tulis salah satu pengguna media sosial.
“Sudah saatnya perusahaan besar transparan soal sumber daya alam yang mereka pakai,” komentar lainnya.
Kritik ini membuka ruang diskusi tentang regulasi pengelolaan sumber daya air, transparansi bisnis AMDK, dan distribusi manfaat ekonomi yang lebih adil bagi masyarakat sekitar sumber air.











Tinggalkan Balasan