1.100 Ponpes Di Surabaya Diaudit Bangunannya Oleh Pemkot Surabaya dan ITS, Ini Hasilnya
Bacatrend, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan audit struktur bangunan terhadap 1.100 pondok pesantren (ponpes) yang tersebar di wilayah Kota Pahlawan. Langkah ini bertujuan memastikan keamanan fisik bangunan yang digunakan para santri untuk belajar dan tinggal.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung proses audit di Ponpes Nikmatun Najiyah, Jalan Sidoresmo III No. 16 A dan B. Ia menyampaikan bahwa seluruh ponpes yang terdaftar di Kementerian Agama telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun sebagian besar merupakan IMB lama yang perlu disesuaikan dengan kondisi bangunan saat ini.
“Kami ingin memastikan apakah struktur bangunan masih sesuai dengan IMB yang lama. Jika tidak, akan kami sesuaikan,” ujar Eri.
Melalui kerja sama dengan ITS, tim teknis melakukan pengecekan menyeluruh, terutama pada bangunan bertingkat atau yang awalnya merupakan rumah tinggal dan kini difungsikan sebagai tempat mengaji. Audit ini mencakup kekuatan struktur dan kesesuaian fungsi bangunan.
Jika hasil audit menunjukkan bangunan aman, Pemkot Surabaya akan memfasilitasi penerbitan IMB baru sesuai kondisi terkini. Sebaliknya, jika ditemukan kekurangan struktur, pemerintah siap memberikan bantuan teknis untuk penguatan bangunan.
“Kalau ada bagian yang perlu diperkuat, kami akan bantu. Ini demi keselamatan para santri,” tegas Eri.
Terkait pembiayaan, Eri menyebut pendekatan gotong royong akan diterapkan. Dana bisa bersumber dari APBD, wakaf, atau kerja sama dengan DPRD dan Kemenag.
Hingga akhir Oktober, sebanyak 15 ponpes telah diaudit dan dinyatakan aman. Targetnya, seluruh proses audit selesai pada akhir November 2025, dan perbaikan akan segera dilakukan bila diperlukan.
“Kami ingin memastikan para santri belajar dengan aman dan nyaman. Ini bentuk tanggung jawab kami,” tutup Eri.











Tinggalkan Balasan