Bacatrend, JAKARTA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, sempat menyampaikan bahwa pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah yang berhasil membuat konten positif dan viral di media sosial akan menerima insentif pribadi sebesar Rp5 juta. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum internal dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

“Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelaksana daerah, (ada) insentif pribadi sebesar Rp5 juta bagi konten daerah yang berhasil viral secara positif di media sosial,” ujar Nanik dalam keterangan resmi.

Namun, BGN segera mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan kebijakan resmi lembaga. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa insentif tersebut hanya disampaikan dalam konteks candaan motivasional dan tidak tercantum dalam program atau anggaran resmi.

“Itu hanya guyonan dalam suasana santai. Tidak ada keputusan resmi soal insentif Rp5 juta,” kata Khairul.









Meski demikian, BGN tetap mendorong pelaksana MBG di daerah untuk aktif menyebarkan konten edukatif dan positif terkait program makan bergizi gratis. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi publik dan menangkal hoaks yang beredar.

Nanik juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung kreativitas pelaksana daerah dalam menyampaikan pesan gizi, selama tetap berada dalam koridor etika dan regulasi yang berlaku.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di berbagai daerah, dengan menyediakan makanan bergizi secara gratis dan terukur. BGN berharap partisipasi publik dapat terus meningkat melalui pendekatan komunikasi yang sehat dan bertanggung jawab.