Bacatrend, Deli Serdang — Seorang guru honorer di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memilih mengundurkan diri dari tugas mengajar setelah dilaporkan ke Polrestabes Medan oleh orangtua siswa atas dugaan penganiayaan.

Guru tersebut, Sopian Daulai Nadeak (37), menyatakan bahwa keputusan mundur diambil pada 14 Oktober 2025, setelah mengetahui dirinya dilaporkan terkait insiden yang melibatkan seorang siswa berinisial Y. Sopian membantah melakukan kekerasan dan menyebut bahwa insiden terjadi saat ia berusaha melerai potensi tawuran antar siswa.

“Setelah tahu, saya resign untuk menenangkan diri. Saya mundur agar tidak mengganggu kegiatan di sekolah dan bisa fokus menghadapi proses hukum,” ujar Sopian.

Kasus ini telah ditangani oleh Polrestabes Medan, yang memanggil Sopian untuk dimintai keterangan. Proses hukum masih berjalan, dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengklarifikasi kejadian.









Kronologi Kejadian
Sopian dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap siswa berinisial Y, meskipun ia hanya berusaha mencegah tawuran antara dua kelompok siswa pada Rabu (3/9/2025).

Saat jam istirahat, Sopian yang berada di kantin diberitahu bahwa ada dua kelompok siswa yang hendak berkelahi.

“Lalu ibu kantin menyampaikan, ‘pak itu karena ada bapak, sebenarnya mau berantem itu. Bapak di sini makanya enggak jadi’,” tuturnya.

Sopian kemudian menghampiri siswa-siswa tersebut dan berusaha menenangkan mereka. Namun, Y menolak ajakan Sopian dan berperilaku agresif.

Situasi semakin memanas ketika ayah sambung Y datang dan terlibat dalam keributan.

“Saya peluk bapaknya, tapi si Y malah memukul saya dari belakang,” kata Sopian.

Setelah kejadian itu, ibu Y datang dan menuduh Sopian melakukan penganiayaan, meskipun tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan.

Meskipun sempat berdamai, situasi kembali memanas dan Sopian menjadi korban pengeroyokan oleh keluarga siswa tersebut.

“Saya ingin melerai tawuran, malah jadi korban pengeroyokan dan dilaporkan polisi,” ujarnya.