Teror Ledakan Di SMA 72 Jakarta Terinsipirasi dari Mana?
Bacatrend, JAKARTA — Polisi menemukan dua senjata airsoft gun, sabuk amunisi, dan pakaian bergaya militer di lokasi ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat (7/11).
Pelajar yang diduga sebagai pelaku juga terlihat mengenakan sepatu boot dan celana tactical, memunculkan kekhawatiran soal glorifikasi kekerasan dan pengaruh budaya pop ekstrem terhadap remaja.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB menyebabkan 54 orang luka ringan akibat kepanikan. Meski senjata yang ditemukan bukan senjata api sungguhan, keberadaan airsoft gun bertuliskan nama-nama pelaku teror internasional seperti Brenton Tarrant dan Alexandre Bissonnette menambah dimensi ideologis pada insiden tersebut.
Pakar terorisme Ridlwan Habib menyebut bahwa kombinasi antara pakaian taktis, senjata replika, dan simbol teror global menunjukkan kemungkinan pelaku terinspirasi oleh estetika penembakan massal yang pernah viral di luar negeri. “Ini bukan sekadar mainan atau gaya berpakaian. Ada narasi kekerasan yang sedang ditiru,” ujarnya.
Dalam kasus penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, pelaku Brenton Tarrant menuliskan nama-nama pelaku teror lain di senjatanya dan menyiarkan aksinya secara langsung dengan sudut pandang mirip game first-person shooter. Pola visual dan simbolik ini kini muncul dalam insiden di Jakarta, meski tanpa korban jiwa dan tanpa senjata api sungguhan.
Polisi masih menyelidiki motif pelaku dan asal-usul perlengkapan yang digunakan. Dugaan sementara mengarah pada keterlibatan siswa sekolah, namun belum ada tersangka yang diumumkan secara resmi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap konten digital yang dikonsumsi siswa serta memperkuat pendidikan literasi media dan etika digital di sekolah-sekolah.











Tinggalkan Balasan