Bacatrend, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp12,7 triliun, dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp8,198 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Pemkot akan menggenjot pendapatan dari sektor reklame dan optimalisasi aset daerah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa penetapan APBD menjadi dasar percepatan pembangunan di tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa proses persiapan seperti lelang sudah bisa dimulai agar pelaksanaan pembangunan berjalan sejak Januari.

“PAD kita tiap tahun sekitar Rp8 triliun. Tahun depan akan kita dorong melalui pemanfaatan aset yang selama ini mangkrak. Aset-aset itu akan disewakan agar menghasilkan,” ujar Eri.

Selain aset, sektor reklame juga menjadi fokus peningkatan PAD. Pemkot berencana menambah titik reklame di sejumlah ruas jalan dengan konsep neon box. Menurut Eri, titik reklame akan dibuat eksklusif sesuai karakteristik wilayah, dan biaya listrik akan ditanggung pihak ketiga.









“Jalan utama dan bukan jalan utama akan dibedakan. Kita buat titik baru yang eksklusif, terang, dan menghasilkan pendapatan,” jelasnya.

Langkah ini juga merupakan respons atas pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp1,3 triliun. Eri menekankan pentingnya inovasi untuk menutup defisit tersebut, termasuk dari pajak reklame dan pemanfaatan aset.