Gandeng Inggris, Surabaya Resmi Luncurkan Program Sekolah Bebas Plastik
Bacatrend, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya memulai langkah baru dalam pengelolaan lingkungan di sektor pendidikan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pelaksanaan Plastic Clever School Program. Penandatanganan dilakukan di Ruang Kartini, Dinas Pendidikan Surabaya, melibatkan mitra pelaksana dari Inggris, CommonSeas, dan sepuluh sekolah menengah pertama (SMP) di Surabaya.
Program ini bertujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Sepuluh sekolah yang terlibat dalam tahap awal mencakup SMP Negeri 1, 19, 26, 30, dan 36, serta SMP Al Amiin, MTsN 1, SMPK Santa Katarina, SMP Taruna Jaya 1, dan SMP Kristen Gloria 1.
Sebelum penandatanganan, tim CommonSeas telah mengunjungi beberapa sekolah untuk melakukan pemetaan kebutuhan dan kesiapan, termasuk SMPN 19, 26, dan 30. Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, menyebut program ini sebagai hasil sinergi antara Pemkot Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup, Bumbi, dan sekolah-sekolah peserta.
“Alhamdulillah, program ini terwujud berkat kolaborasi erat, dan kami berharap manfaatnya dapat terus diimbaskan secara luas,” ujar Yusuf. Ia menambahkan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pendekatan digital antar siswa Surabaya dan Inggris.
MoU ini berlaku hingga akhir 2025, dengan sistem monitoring berbasis platform digital yang memungkinkan pendampingan rutin tanpa batasan lokasi. Bumbi akan mendampingi sekolah dalam pelaksanaan program.
“Surabaya adalah salah satu kota di Indonesia, selain Bandung, yang terpilih dalam program ini. Kami berkomitmen untuk menjadi yang terbaik, terutama dalam menyiapkan siswa, baik dari sisi komunikasi maupun kemampuan teknis,” kata Yusuf.
Managing Director CommonSeas, Charlotte Davies, menyampaikan apresiasi atas antusiasme Surabaya dalam menyambut program ini. “Merupakan sebuah pencapaian besar untuk merayakan sepuluh sekolah terpilih yang secara resmi bergabung dalam gerakan Plastic Clever School,” ujarnya.
Davies mengungkapkan kekaguman terhadap kreativitas siswa dalam kampanye lingkungan, termasuk peragaan busana dan pembuatan furnitur dari bahan daur ulang. Ia menekankan bahwa gerakan ini telah menjangkau lebih dari 2.000 sekolah di seluruh dunia.
“Kami sangat optimistis bahwa model dan praktik terbaik yang telah ditetapkan oleh sepuluh sekolah perintis ini dapat direplikasi di lembaga-lembaga lain,” harapnya.
Ia menutup dengan penegasan bahwa perubahan yang diharapkan bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga perilaku dan nilai moral siswa. “Penandatanganan MoU hari ini adalah pernyataan komitmen di mana tidak hanya ucapan yang dilakukan, tetapi juga aksi-aksi nyata dan terus berkelanjutan dilaksanakan untuk masa depan,” tutup Davies.











Tinggalkan Balasan