Bacatrend, MOJOKERTO – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur menjadi pusat perhatian dalam proses evaluasi nasional pendidikan kepolisian. Tim Pengkajian Gabungan dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melakukan kunjungan kerja ke SPN Mojokerto, untuk menelaah kualitas pelaksanaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2025.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kajian lapangan yang sebelumnya dilakukan di Polres Mojokerto Kota. Tim terdiri dari pejabat tinggi Lemdiklat Polri, yakni Brigjen Pol Budi Indra Darmawan, Kombes Pol Satria Rizkiano, dan AKBP Juli Isnanywati, serta didampingi dua peneliti pendidikan: Dr. Sandi Budi Iriawan dan Fauziah Roshafara.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menyambut langsung kedatangan tim dan menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk mendukung proses evaluasi. “Merupakan suatu kehormatan bagi SPN Polda Jatim menerima kunjungan Tim Pengkaji Gabungan Lemdiklat Polri. Kami sepenuhnya terbuka dan siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan pengkajian ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari perbaikan berkelanjutan. “Masukan dan temuan dari tim akan menjadi acuan strategis bagi kami untuk memastikan proses pendidikan di SPN Polda Jatim selaras dengan standar mutu yang ditetapkan, demi melahirkan Bintara Polri yang profesional, presisi, dan siap melayani masyarakat,” tegasnya.









Mewakili tim pengkaji, Kombes Pol Satria Rizkiano menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menilai secara objektif implementasi kurikulum dan dampaknya terhadap kualitas lulusan. “Kehadiran kami di sini adalah untuk melaksanakan mandat pimpinan Lemdiklat Polri, yakni mengkaji secara komprehensif implementasi Diktukba T.A. 2025,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama kajian meliputi efektivitas tujuh standar Diklat, kualitas tenaga pendidik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. “Data ini sangat vital untuk perumusan kebijakan pendidikan Polri ke depan,” kata Kombes Pol Satria.

Tim pengkaji melaksanakan serangkaian metode evaluasi, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam dengan tiga kelompok responden—Pejabat Utama SPN, tenaga pendidik dan pengasuh, serta siswa peserta didik—hingga studi dokumen dan observasi langsung.

Fasilitas SPN seperti barak, ruang makan, dapur, dan dojo beladiri turut ditinjau untuk melihat kesesuaian sarana dengan kebutuhan pendidikan.

Kunjungan ini menandai komitmen Polri dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berbasis mutu, sekaligus memperkuat peran SPN sebagai fondasi pembentukan karakter dan kompetensi Bintara masa depan.