Bacatrend, Surabaya – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat program perantingan pohon. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang akibat angin kencang dan curah hujan tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun pengguna jalan.

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa kegiatan perantingan dilakukan secara terjadwal, terutama di ruas-ruas jalan utama. Tim lapangan dibagi ke dalam tujuh rayon dengan target minimal 20 pohon per hari di setiap rayon, selama kondisi cuaca memungkinkan. “Pada kasus-kasus khusus di daerah padat, seperti di Wiyung, perantingan bahkan dilakukan pada hari Minggu pagi. Kami bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan penutupan jalur sementara (contra flow) demi menjamin keselamatan petugas dan pengguna jalan,” ujarnya.

Selain jadwal rutin, masyarakat juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi. Warga dapat mengajukan permohonan perantingan melalui aplikasi Wargaku, termasuk untuk pohon yang berada di lingkungan permukiman.

Tak hanya perantingan, Pemkot Surabaya juga menjalankan program peremajaan pohon di sejumlah ruas jalan. Program ini dianggap penting karena banyak pohon besar berusia puluhan tahun, seperti pohon asem peninggalan Belanda di Jalan Ahmad Yani, yang berisiko keropos meski tampak sehat dari luar. “Pohon-pohon yang terlalu besar dan berisiko tinggi di tepi jalan raya akan diremajakan dengan jenis pohon yang lebih ideal. Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu lokasi utama peremajaan karena merupakan akses vital dan pintu masuk utama ke kota,” jelas Dedik.









Ia menambahkan, proses peremajaan membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa disamakan dengan pembangunan fisik. “Pohon membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh besar dan kembali menciptakan keteduhan yang kini dinikmati oleh warga,” katanya.

Sebagai langkah preventif, Dedik juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar saat hujan deras atau angin kencang. “Kami mengimbau agar warga menghindari pohon saat cuaca ekstrem. Hal ini demi mencegah bahaya kecelakaan yang diakibatkan oleh pohon tumbang, yang seringkali terjadi karena bagian dalam pohon sudah keropos,” pungkasnya.