Baru Dua Bulan Jadi P3K, Guru Muda Tewas dengan Tangan dan Kaki Terikat di Kosan
Bacatrend, OKU – Di sebuah kamar kos sederhana di Desa Sinar Kedaton, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, tubuh Sayidatul Fitriyah ditemukan tak bernyawa. Tangan dan kakinya terikat, mulut tertutup, dan tubuhnya tergeletak di lantai menjelang magrib, Rabu 19 November 2025. Ia baru dua bulan menyandang status sebagai ASN PPPK, mengajar mata pelajaran TIK di SMP Negeri 46 OKU, sekolah yang terletak di wilayah perbatasan OKU dan Ogan Ilir.
Sayidatul bukan hanya guru baru. Ia adalah harapan baru. Lahir di Lampung Timur pada 28 Juli 1998, ia menempuh jalan panjang menuju pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Per 1 Oktober 2025, status itu resmi ia sandang. Namun, harapan itu terputus dalam sunyi.
Warga sekitar mulai curiga ketika motor Sayidatul terparkir sejak pagi tanpa aktivitas. Ketika pintu kamar kos dibuka, mereka mendapati pemandangan yang mengerikan: tubuh Sayidatul dalam kondisi terikat, mengenakan celana panjang hitam, tanpa pakaian lengkap. Tidak ada tanda-tanda perlawanan dari luar kamar. Hanya sunyi, dan tubuh yang tak lagi bernyawa.
Kapolsek Peninjauan, IPTU Dedi Iskandar, membenarkan penemuan tersebut. “Benar, ada guru PPPK yang ditemukan tewas,” ujarnya singkat.
Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman SAg MSi, tak menyembunyikan kesedihannya. “Korban baru diangkat sebagai ASN PPPK sekitar dua bulan lalu dan ditempatkan di SMP Negeri 46 OKU,” katanya.
Kematian Sayidatul bukan sekadar kasus kriminal. Ia adalah potret rapuhnya perlindungan terhadap tenaga pendidik di daerah terpencil. Guru muda yang baru memulai pengabdian, tinggal sendiri di kosan, dan mengajar di wilayah perbatasan. Dalam sunyi, ia menjadi korban.
Jenazah Sayidatul kini berada di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja, menunggu proses autopsi dan kedatangan keluarga dari Lampung Timur. Polisi menduga kuat ini adalah kasus pembunuhan. Namun motifnya masih gelap.
ASN PPPK sering kali ditempatkan di daerah terpencil, jauh dari keluarga, dengan fasilitas terbatas. Sayidatul adalah satu dari ribuan guru muda yang menjalani penugasan seperti itu. Namun, kasus ini mengingatkan kita bahwa di balik status ASN, ada risiko sosial dan keamanan yang kerap luput dari perhatian.











Tinggalkan Balasan