Puluhan Buaya Dilepas ke Laut Akibat Pengelola Tak Lagi Mampu Beri Pakan
Bacatrend, MAMUJU TENGAH – Pengelola penangkaran buaya di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, melepasliarkan puluhan ekor buaya ke laut. Keputusan ini diambil karena pihak pengelola tidak lagi mampu menanggung biaya pakan yang terus membengkak.
Penangkaran buaya di Desa Babana saat ini menampung sekitar 50 ekor buaya. Hewan-hewan tersebut merupakan hasil tangkapan warga karena dianggap meresahkan, bahkan sebagian pernah memangsa manusia di sekitar sungai. Selama ini, biaya pakan buaya hanya bersumber dari swadaya masyarakat.
“Buaya yang dipelihara di kawasan penangkaran ini umumnya adalah buaya yang ditangkap warga setelah memangsa warga. Pengelola penangkaran cukup kesulitan membiayai pakannya lantaran selama ini hanya hasil swadaya secara sukarela dari warga,” ujar Rusli, pengelola penangkaran.
Rusli menambahkan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tak kunjung merealisasikan janji mereka untuk membantu penangkaran buaya yang dikelolanya. “Kami sudah berulang kali berharap ada bantuan, tapi sampai sekarang tidak ada. Buaya-buaya ini terancam mati lantaran kekurangan asupan makanan,” katanya.
Seekor buaya dewasa bisa mengonsumsi 5–10 kilogram daging per hari. Dengan jumlah buaya yang ada, kebutuhan pakan harian mencapai 250–500 kilogram. Jika dihitung dengan harga daging rata-rata Rp30.000 per kilogram, biaya operasional bisa menembus Rp7,5–15 juta per hari.
Karena tidak sanggup lagi menanggung beban biaya, pengelola bersama warga akhirnya melepas buaya ke laut. Namun, langkah ini menimbulkan kekhawatiran karena buaya muara biasanya hidup di sungai dan muara, bukan di laut lepas. Pelepasan tanpa kajian ekologi berisiko menimbulkan konflik baru dengan masyarakat pesisir.
Hingga kini, pemerintah daerah dan BKSDA belum memberikan solusi jangka panjang terkait pengelolaan buaya hasil tangkapan warga. Warga berharap ada penanganan lebih serius agar konflik manusia-buaya tidak kembali meningkat di Sulawesi Barat.











Tinggalkan Balasan