Ibu Hamil Meninggal Bersama Bayinya Usai Tak Tertangani Rumah Sakit
Bacatrend, JAYAPURA – Seorang ibu hamil asal Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Irene Sokoy, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya pada Senin, 17 November 2025 lalu. Irene sebelumnya dibawa keluarga dari Kampung Kensio menuju RSUD Yowari pada Minggu siang untuk proses persalinan.
Ivon Kabey, ipar Irene, menceritakan bahwa keluarga tiba di RSUD Yowari sekitar pukul 15.00 WIT dengan kondisi Irene sudah pembukaan enam dan ketuban pecah. Namun, proses persalinan tidak segera ditangani karena dugaan bayi berukuran besar. “Awalnya kami tiba di RSUD Yowari pukul 15.00 WIT dengan status pasien pembukaan enam dan ketuban pecah, tetapi proses persalinan tidak kunjung ditangani karena dugaan bayi berukuran besar, yakni empat kilogram,” kata Ivon.
Keluarga kemudian berusaha merujuk Irene ke sejumlah rumah sakit lain di Jayapura, termasuk RS Dian Harapan dan RS Marthen Indey.
Dia mengatakan keluarga meminta percepatan rujukan karena kondisi Irene semakin gelisah, tetapi surat rujukan baru selesai mendekati tengah malam, diikuti keterlambatan ambulans yang tiba pukul 01.22 WIT, Senin (17/11).
“Rujukan ke RS Dian Harapan dan RS Abe menolak karena ruangan penuh serta renovasi fasilitas,” katanya.
Setelah ditolak 3 RS, Irene kembali dirujuk ke RS Bhayangkara. Lagi-lagi Irene ditolak karena harus membayar uang muka terlebih dahulu sebesar Rp 4 juta. Saat itu keluarga tidak punya uang sebanyak itu.
“Lanjut kami ke RS Bhayangkara pasien tidak diterima tanpa uang muka Rp 4 juta,” ujarnya.
Karena tidak ada uang, Irene lalu kembali dirujuk ke RSUD Dok II Kota Jayapura. Kondisi Irene semakin kritis hingga akhirnya meninggal dunia bersama bayi dalam kandungan saat dalam perjalanan menuju RSUD Dok II Jayapura pada Senin pagi.
Suami Irene, Neil Kabey, menuturkan bahwa ketiadaan dokter saat kondisi darurat memperburuk keadaan. “Kami sudah berusaha mencari pertolongan, tapi tidak ada dokter yang menangani. Istri saya akhirnya meninggal bersama bayi kami,” ujarnya dengan nada penuh duka.











Tinggalkan Balasan